SECERCAH HENING “Hidup di Jalan Tuhan”

SECERCAH HENING
Rabu, 23 September 2026
Peringatan Padre Pio

Luk 9: 1-6

” Hidup di Jalan Tuhan”

Merindu bintang di angkasa,
Terkebak dalam dusta tak terkira,
Melekat erat dengan harta,
Terseok halangi jalan terbuka.

Menepi di senja tersepi.
Maknai titian pergumulan diri,
Lepaskan diri tuk mencintai,
Yg abadi ada dititik tersepi.

Hari ini bersama Gereja semesta kita memperingati St Pio dari Pietrelcina atau sering disebut Padre Pio seorang imam Kapusin.Ia dikenal memiliki kehidupan mistik yang mendalam. Kehidupannya sangat erat dengan salib Kristus. Ia mengalami berbagai penderitaan fisik dan rohani. Yang paling terkenal adalah stigmata, yaitu luka-luka menyerupai luka Kristus pada tangan, kaki dan lambung.Ia mengalami luka selama 50 tahun maka disebut ekstase keadaan doa yang sangat memdalam ketika kesadarannya begitu terarah pada Allah yang memanggilnya untuk setia.Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini: Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan berkata :

“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju”.

Dari kisah panggilan ini, kita hanya diminta memberi ruang kerelaan, ketulusan, keiklasan untuk berjuang dan berproses karena yang memberi tenaga dan kuasa untuk bekerja adalah Allah sendiri. Maka seperti st. Paulus pernah mengatakan: ‘Kesanggupanku adalah pekerjaan Allah’. Namun meskipun kita tinggal menyediaakan ruang kerelaan, ternyata untuk menghidupinya tidak mudah, kelekatan terhadap harta benda dan kenikmatan sering menghalangi kita untuk memiliki kesediaan untuk berkorban dan melayani Tuhan dan sesama. Karunia yang diberikan Tuhan saat kita dipanggil untuk menguasai setan-setan tidak serta merta membuat kita kudus dan bahagia hidup di jalan Tuhan. Karena setan-setan itu bukan diluar rumah yang jauh dari kita, tetapi kuasa dan gerak manifestasi setan, ada di dalam rumah jiwa kita.Kuasa setan sering mengambil bentuk
aura atau bertunasnya energi-energi negatif yang merusak hidup kita, baik melalui tutur kata, tindakan: kebencian, iri hati, luka hati, kemunafikan, dendam, kikir, kelekatan terhadap materi. Energi negatif ini membuat gaya hidup kita makin gelap, penuh kekecewaan. Kuasa kegelapan menimbulkan luka yang membuat kehidupan ini hitam, yang sangat jauh dari rasa syukur atas anugerah Allah. Gaya hidup yang demikian membuat kita sulit untuk diutus menyembuhkan penyakit dan memberitakan Karajaan Allah. Sebaliknya hanya dengan hati yang damai dan bahagialah yang memungkinkan bisa memberitakan Injil khabar gembira. Melalui Injil hari ini Yesus hendak menegaskan bahwa hanya dengan hidup mengandalkan Allah dengan sikap lepas bebas, ia layak diutus menjadi Injil yang hidup bagi sesama sebagaimana Padre Pio dalam hidup mistiknya yang selalu dekat dengan Allah membawanya menjadi berkat bagi sesama. Lepas bebas dari kelekatan terhadap seseorang ataupun harta benda membuat kita tidak terbelenggu dan mampu membuat prioritas yang tepat dalam hidup dan pelayanan kita bagi sesama, keluarga, masyarakat dengan tulus dan kasih yang besar. Semoga kita senantiasa dimampukan menguasai setan dalam diri kita dengan cara hidup yang baik.

Contemplating
Marilah kita heningkan diri dihadapan Allah, selami dan lepaskan aneka kelekatan yg menghalangi kita utk hidup di jalan-Nya.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar mampu bersikap lepas bebas dari aneka kelekatan yg bisa menghalangi hidup dalam kedamaian dan kebenaran.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menjalin relasi dengan sesama atas dasar kasih dan kebenaran.

Praying
Allah Bapa, berilah kami hati seperti hatimu, agar diri kami makin terpikat untuk mengandalkan kuasa-Mu dalam perjuangan hidup kami. Karena Engkaulah yg bekerja dalam segala sesuatu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *