SECERCAH HENING “Inner Beauty”

SECERCAH HENING
Senin, 28 September 2026

Luk 9: 46-50

“Inner Beauty”

Melukis lembut di tiang hati,
Mendamba kekuatan tiap hari,
Peluk rapuh dgn tangan melayani,
Mencintai tanpa pretensi.

Bercermin dari batas diri,
Menepi di tiap ruas sendi,
Peluk kerendahan hati,
Memaknai adl seni tuk mencintai.

Hari ini secara fakultatif Gereja memperingati St. Dominikus Ibanez dan St. Laurensius Ruiz, serta 14 martir lainnya yang dibunuh sebagai martir dalam karya misi Dominikan di Asia. St. Laurensius pada tahun 1636 bergabung dengan rombongan misi Dominikan di Jepang sekaligus menjadi tempat kemartirannya di Nagasaki karena membela imannya kepada Kristus. Merupakan Santo pertama yang berasal dari Filipina. Para martir yang gugur dalam misi ke Asia ini tergabung dalam Familia Dominikana. Mereka hidup dengan iman kepada Kristus yang mendalam, dengan sikap kerendahan hatinya yang kuat mereka sanggup menghadapi resiko kematian dengan teguh. Kerendahan hati ibarat anak kecil yang menghamba pada BapaNya. Hal ini mengingatkan kita akan kunjungan apostolik Bapa Suci Fransiskus ke Indonesia beberapa tahun silam, kita temui oase perjumpaan figur seorang “Bapa” yang merangkul dengan kasih dan kehangatan. Pengalaman itu nyata menyentuh tiap hati terutama sapaan dan pelukan terhadap anak kecil yang dijumpai di sepanjang jalan. Wajah semringah dan senyum Bapa Suci ketika bertatapan dengan anak kecil membuat dunia ikut bersukacita banyak makna yang bisa diungkapkan. Mengapa anak kecil? karena anak kecil:

  1. Memiliki kharisma, “inner beauty” dan daya tarik persuasif karena kepolosan dan kemurniannya. Belum diracuni oleh pikiran-pikiran yang mengontrol dirinya.
  2. Memiliki kerapuhan,kelemahan namun justru menjadi kekuatan karena ditampilkan apa adanya.
  3. Perilakunya asli penuh kelucuan, keceriaan dan mengundang kegembiraan. Daya tarik yang demikian itulah juga dipakai Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah sebagaimana dilukiskan dalam Injil hari ini: Pada waktu Yesus memanggil kedua belas murid kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatknnya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata:

“Barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku, bukan Aku yang mereka terima melainkan Dia yang mengutus Aku”.

Stereotipe anak kecil sesungguhnya juga ada dalam diri setiap orang, termasuk kita, orang-orang dewasa dan orang tua. Hanya esensi dan maknanya perlu direfleksikan sebagai penyadaran dan bina diri dalam hal :

  1. Hidup yang berkharisma dari dalam, sebagai buah kedekatan dengan Allah ‘inner power’
  2. Menerima setiap kerapuhan dan kelemahan diri yang diolah untuk menjadi kekuatan.
  3. Menciptakan keceriaan dan kegembiraan dari hidup apa adanya, keindahannya mengalir dari kemurnian hati “inner beauty”. Stereotipe ini bisa menuntun kita pada sikap rendah hati dan membangun keutamaan seperti anak kecil.Semoga inspirasi Injil hari ini mendorong kita untuk mengisi hari hari hidup kita dengan kegembiraan dan hidup apa adanya agar Allah merajai hidup kita senantiasa. Mari jangan ragu untuk hidup makin sederhana, apa adanya niscaya Tuhan akan mudah berdiam di hati kita yang demikian. Mari kita relakan tiap titian hidup harian kita menjadi kisah-kisah yang lembut untuk melukis kehidupan yang indah oleh kesahajaan dan dilayakkan memancarkan kharisma ilahi dari sikap kerendahan hati kita.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa, budi dan kehendak untuk bisa mengosongkan diri supaya Allah yg menguasai dan memeluk jiwa kita yg rapuh agar makin kuat.

Actuating
Membiasakan diri hidup apa adanya. Menerima setiap kelemahan dan mengolahnya menjadi kekuatan dan berkat dalam hidup.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan hidup apa adanya.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami layak memasuki Kerajann-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *