SECERCAH HENING “Responsive”

SECERCAH HENING
Jumat, 23 Oktober 2026

Luk 12: 54-59

“Responsive”

Nafas bumi jadi energi,
Nafas lembutkan hati,
Konflik saat murnikan diri,
Kisah suci tiada henti

Hari ini Gereja secara fakultatif memperingati St. Yohanes dari Capestrano atau sering di sebut San Giovanni da Capestrano, adalah seorang imam dan biarawan Fransiskan yang lahir th 1386 di Italia setelah ikut serta dalam pergolakan politik dan ditahan membawa titik balik dalam hidupnya. Melalui seluruh totalitas dan perjuangan imannya St. Yohanes mengingatkan kita bahwa pertobatan sejati mengarahkan seluruh kemampuan manusia kepada Allah dan pelayanan. Semangat pewartaan menjadi bermakna ketika keberanian berbicara disertai hidup doa dan komitmen untuk melakukan kebaikan. Perjuangan hidupnya menjadi tanda kesaksian dan kepekaannya menanggapi tantangan yang ada termasuk ia ikut menggalang dukungan bagi pertahanan wilayah Kristen di Eropa. Ia terlibat dalam pertempuran Belgrade bersama panglima militer Hungaria, Janos Hunyadi. Sebagai bentuk kesaksian nyata dalam menghidupi imannya akan Kristus. Hal ini selaras dengan panggilan Sabda Tuhan hari ini.

“Hai orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di perjalanan…”

Sabda ini keras, manakala menawarkan sebuah visi pendamaian. Bagaimana tidak orang disebut munafik jika hafal menilai tanda-tanda alam, namun buta terhadap tanda-tanda kehadiran Allah di tengah hidup manusia. Allah selalu hadir dan bekerja dalam hati setiap orang yg mengutamakan semangat damai di atas permusuhan dan egoisme pribadi. Semoga dengan sabda ini, hati kita makin terbuka untuk menaruh perhatian dan passion terhadap tanda kehadiran Allah di atas kepandaian dan keterampilan menilai jaman ini. Jangan takut dan resah hatimu, jikalau perjalanan hidupmu menemui titian terjal yg penuh konflik, menepilah sejenak damailah dengan hatimu sebagai tangga pertama engkau perlu berpijak. Resapi setiap hal dengan penerimaan dan peluklah setiap luka dan perasan air mata dengan keheningan serta cinta yg dalam, niscaya Tuhan akan memelukmu dengan damai dan membimbing di setiap langkah pertamamu.

Contempating
Marilah kita satukan dan heningkan jiwa, raga, rasa dan hati kita agar makin peka terhadap tanda kehadiran Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan jiwa kita dengan mengembangkan sifat-sifat baik dalam hidup.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan peka terhadap kehadiran Allah dalam wujud keterbukaan untuk berdamai dengan sesama dan Tuhan.

Praying
Allah Bapa, ajariah kami memiliki hati yg peka agar makin terbuka menilai dan memaknai kehadiran Allah dengan berdamai dan mendamaikan sesama dan Tuhan, demi terwujudnya karya keselamatan dalam
Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *