SECERCAH HENING
Sabtu, 24 Oktober 2026
Luk 13: 1-9
” Buah Pertumbuhan”
Meronta oleh tandusnya dunia,
Kerdil oleh hasutan nestapa,
Ranum karena mencinta,
Melimpah karena bahagia.
Saat sunyi jadi energi,
Menuang kekuatan ilahi,
Bertumbuh sempurna krn dikasihi,
Melimpah karena mencintai.
Menurut Henry Nouwen pertumbuhan iman terjadi tidak selalu dalam situasi kehidupan yang tanpa kegagalan dan luka. Komponen pertumbuhan iman justru meliputi : Memaknai pengalaman kesendirian menjadi keheningan yang kaya. Kemampuan mengolah luka dan kerentanan menjadi daya kesembuhan dan energi pengharapan. Memaknai penderitaan dengan sikap syukur sebagai “minuman spiritual” untuk bertumbuh. Dan memaknai keterasingan dengan hidup komunal yang menghangatkan kehidupan batin untuk bertumbuh dalam kematangan hidup. Dan pertumbuhan yang demikian membutuhkan waktu, kesabaran dan kesadaran pentingnya rahmat untuk bisa memahami kehidupan selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan perumpamaan, Yesus hari ini mengajarkan dan mewartakan kualitas pertumbuhan hidup dalam potongan Sabda berikut :
“Tentang perumpamaan pohon ara dan pemilik kebun : Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini, untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah, jika tidak tebanglah! “.
Setiap orang beriman ketika dipanggil untuk mengikuti jalan Tuhan, tidak hanya diundang untuk hidup menikmati anugerah panggilanNya, tetapi juga dipanggil dan diutus untuk berbuah dalam kehidupan. Buah kehidupan iman tiap orang berbeda, namun demikian diharapkan menghasilkan kualitas kehidupan yg tidak jauh dari kualitas benih yg ditanam Allah dalam diri kita masing-masing. Setiap orang beriman di tanam dalam kehidupan dari benih yg paling berkualitas dibanding dengan ciptaan lainnya yaitu dicipta secitra dengan Allah.Namun apakah kualitas pencitraan Allah telah disadari dan dipupuk dengan baik hingga bertumbuh dengan matang dan sempurna?, sering tidak semua orang menyadarinya. Yesus melalui perumpamaan ini mengajak kita menghasilkan buah pertumbuhan rohani dengan kehidupan yang bermakna. Dan tiap saat adalah saatnya untuk berbuah. Buah yang diharapkan tidak selalu harus berlimpah tetapi buah yg membuat kehidupan ini makin manis dan enak dinikmati oleh sesama sekitarnya. Baik dalam sikap, tindakan, tutur kata, pekerjaan, pemikiran, belas kasih, pengampunan dan kemurahan hati. Buah kehidupan kita yang baik akan terlihat dari aura kehidupan yang positif dan menginspirasi. Tidak harus berwajah pemberian materi. Tetapi lebih lebih berwajah belas kasih dan pertumbuhan spiritual yang menyinari hidup. Sejauhmanakah kehadiran kita mampu memancarkan wajah Allah yang membuat orang lain bersemangat dalam perjuangan kehidupan yang baik dan benar ?, serta meluluhkan yang keras dan membatu dengan hati yang berbalut kasih.
Contempating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan hati. Tarik nafas dan hembuskan dengan lembut, tersenyumlah dan sentuhlah hatimu. Rasakan damai dan pelukan kasih sayang Allah di hatimu.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar hidup makin berbuah kebaikan.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan hidup makin berkualitas karena melayani.
Prayer
Allah Bapa, penuhilah kami dengan cinta-Mu, agat kami memiliki hati yg damai dan murah hati sehingga hidup kami makin berkualitas serta berbuah kebaikan bagi sesama dan kemulian-Mu. Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

