SECERCAH HENING “Spes non confundit”

SECERCAH HENING
Senin, 26 Oktober 2026

Luk 13: 10-17

” Spes non confundit”

Menubuh dlm hati yg rapuh,
Aliran sumsum tak meluruh,
Jiwa yg hampa kian lusuh,
Sekelebat sentuhan jd sembuh.

Tranformasi mengupas rasa,
Tuas kasih ubah duka lara,
Sukacita warnai senja.
Terucap pujian tiada tara.

“Spes non confundit” adalah frasa Latin artinya Harapan tidak mengecewakan merupakan judul dari Bulla Yubileum tahun lalu yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus yang mengajak kita untuk kembali menghidupkan harapan. Harapan yang sering padam oleh penderitaan dan pergumulan yang tiada akhir seperti dialami seorang perempuan yang 18 tahun sakit punggung. Waktu yang panjang untuk bisa menenun harapan selama itu. Harapan tak mengecewakan terjadi ketika Yesus bersabda :

“Hai ibu, penyakitmu telah sembuh”.Lalu ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah”.

Penyembuhan selalu diawali dengan harapan untuk sembuh dan setelah sembuh melahirkan syukur dan pujian kepada Allah. Kesembuhan itu mengajak setiap orang merefresh hidup dari kedalaman untuk makin percaya. Orang menjadi memiliki banyak waktu untuk menyadari kemahakuasaan dan kemurahan hati Allah dalam penyembuhan yang terjadi. Hal ini sangat jelas dari sikap Yesus, aturan sabat dan kecaman dari tua-tua Yahudi tidak menyurutkan intensinya untuk menyembuhkan sebagai tanda kemurahan hati Allah.
Kata kata Yesus yang penuh jiwa dan energi menjadi sumber pengharapan yang membuat perempuan yang sudah 18 tahun dihajar oleh roh yang mematikan mendapat pembebasan. Kata Yesus yang penuh daya ditanggapi dengan sikap kerendahan hati, serta keterbukaan si perempuan untuk kemudian berdiri membuatnya mengalami kesembuhan yang sempurna karena ia mengalami kematangan dalam berharap. Kesembuhan dalam konteks itu sama dengan keselamatan jiwa yang sempurna dialami oleh si perempuan ditunjukkan dalam sikap yang spontan memuji Allah.Keselamatan dan kesembuhan selalu merupakan inisiatif Allah, namun tidak semua orang memiliki kepekaan dan ketegaran hati untuk sanggup menanggung derita yang tidak singkat sebagai proses mematangkan sebuah pengharapan. Namun di atas semua pergulatan manusia itu, Yesus mengajari kita bahwa tidak ada penderitaan yang sia-sia dalam menenun harapan. Jika kita percaya dan gigih mendamba rahmat Tuhan, maka di penghujung setiap perjuangan melawan sakit, penderitaan, pasti Tuhan memberi jawaban dari setiap harapan dan doa yang tak terkatakan sekalipun.Pengharapan tidak mengecewakan.
Beranikah kita percaya?. Dan menjalaninya dengan gigih, berdiri dan memuliakan Allah dengan rendah hati dalam setiap pergumulan hidup dan sakit penyakit dalam aneka bentuk ?. Harapan tidak mengecewakan hanya akan terjadi jika kita memiliki keyakinan dan cinta pada Allah. Keyakinan dan cinta beriringan untuk mendekatkan jarak antara kita dan terpenuhinya harapan. Ketika keyakinan dan cinta pada Allah subur dan mengisi bilik batin kita, kita bisa jadi lupa apa yang kita harapkan dari Tuhan karena yang terjadi hidup kita telah mengalami kepenuhan. Di situlah titik pengharapan terpenuhi dan juga yang mungkin dialami oleh perempuan yang 18 tahun sakit. Dipenghujung perjumpaan dengan Yesus mungkin lupa untuk minta kesembuhan karena kepenuhan akan hadirnya Yesus dalam hidupnya telah melampaui dari sebuah kesembuhan dari penyakit. Mari kita makin yakin bahwa harapan yang kita letakkan dalam cinta kepada Tuhan tidak mengecewakan.

Contempating
Marilah heningkan jiwa, raga, rasa dan hati kita, rasakan kelembutan Allah lewat setiap nafas yg bisa kita hirup dengan tenang dan rilek. Rasakan sebuah kedamaian dan kepenuhan yg menyegarkan.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin tabah menghadapi setiap pergumulan hidup dengan tabah.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan menjadi orang yg percaya pada kemurahan hati Allah yg menyelamatkan.

Praying
Allah Bapa, ajariah kami memiliki hati yg terbuka dan tetap percaya pada penyelenggaran-Mu yg tiada batasnya, jadikanlah setiap derita kami menjadi jalan terbaik untuk menyelematkan jiwa raga kami dengan sempurna.Demi
Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *