SECERCAH HENING

Senin, 26 Januari 2026
Peringatan Wajib St. Timotiis dan Titus.

Luk 10: 1-9

“No Body Prefect”

Menopang dlm hempasan sepi,
Merindu titik tersunyi,
Mengemis demi pertumbuhan diri,
Bersukacita di ujung hari.

Kebaikan tak menanti di puji,
Terus memberi dari batas diri,
Hingga kerinduan tak bertepi,
Bersukacita hingga akhir nanti.

Peringatan St. Timotius dan Titus dirayakan bersama oleh Gereja Katolik pada 26 Januari sehari setelah pesta pertobatan St. Paulus. Peringatan ini menghormati 2 rekan terdekat Rasul Paulus yang setia dalam penyebaran Injil dan memimpin Gereja perdana sebagai Uskup serta menjadi simbol dedikasi dalam melayani Kristus. Timotius dikenal sebagai “anak rohani” dan Titus sebagai saudara seiman dan teman sekerja Paulus. Peringatan ini menjadi moment bagi kita untuk meneladan pemberian diri dan semangat misioner dalam mengikuti Yesus dengan berbuat baik dan mewartakan khabar gembira Injil. Mewartakan Injil dengan dorongan kasih atau dorongan hati yg mencintai, maka kebaikan itu tak akan berakhir hanya karena penolakan. Tetapi membawa penerimaan dan penyembuhan, serta menghantar orang mengalami kasih dan kedatangan Kerajaan Allah. Hal ini selaras dengan panggilan para murid Yesus saat di utus berdua-dua mewartakan Kerajaan Allah seperti dilukiskan dalam Injil hari ini:

“Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yg dihidangkan kepadamu, sembuhkanlah orang sakit yg ada di situ dan katakanlah kapada mereka:Kerajaan Allah sudah dekat padamu”.

Yesus mengutus para murid tidak pernah sendirian, tetapi berdua dua. Sebagaimana Paulus, Timotius dan Titus.Hal ini untuk mengantisipasi bahwa perjalanan hidup mewartakan Kerajaan Allah tidak selalu mulus, tetapi rentan dengan penolakan dan pergumulan hidup yg tidak mudah. Maka dengan berdua dua seorang beriman ditopang oleh satu sama lain untuk saling meneguhkan dan menjadi sahabat yg baik satu sama lain, karena tak ada pribadi yg sempurna sebagaimana Titus sebagai teman sekerja Paulus. Pertumbuhan iman seorang pewarta adakalanya mencapai kematangan dalam kebersamaan dengan persekutuan dan bisa saling mengemis kekayaan rohani dan intelektual untuk pertumbuhan dirinya. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk tetap setia menjawab panggilan Tuhan dan rela membuka diri bertumbuh bersama dalam kebersamaan dengan orang lain. Kebersamaan dan penerimaan memungkinkan terpautnya rasa untuk saling meneguhkan, saling menyembuhkan. Hingga pada satu titik kita bersama mengalami kehadiran Allah yang nyata dalam hidup. Jangan takut gagal, jangan takut di tolak, jalani semua dengan hati yang tulus niscaya Tuhan akan menopang dengan berkatNya yg mendahului di tiap langkah kita untuk kebaikan.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh Tuhan dalam kebersamaan dengan yg lain.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dibimbing oleh Tuhan dalam kebersamaan dengan yg lain untuk mencapai kematangan hidup beriman.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *