secercah hening

Secercah Hening: Undangan Persahabatan

SECERCAH HENING
Selasa, 5 November 2024

Luk 14: 15-24

“Undangan persahabatan”

Menyeruak rutinitas,
Sibuk tiada batas,
Semua terhenti pd titik batas,
Pada pengurbanan yg tuntas.

Bacaan bacaan Injil dalam minggu minggu ini, Yesus tampil dalam sosok pribadi yg “low profile”. Selalu hadir dalam undangan makan bersama. Dan makan bersama dijadikannya saat penuh makna untuk menyatukan aneka dimensi yg berujung pada pengalaman keselamatan. Hari inipun sama.

Yesus berkata:
“Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada pada undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama sama meminta maaf karena tidak bisa datang”.

Merenungkan bacaan ini saya teringat pemikiran St. Thomas Aquinas menyebutkan bahwa undangan persahabatan merupakan bentuk kasih yg paling sempurna, karena tidak mengandung hasrat memiliki, dan di dalamnya ada nilai kesetaraan antar pribadi, maka persahabatan itu memancarkan aspek kasih Tritunggal. Tiap kali kitapun sesungguhnya juga diindang oleh Allah untuk sebuah hubungan persahabatan yg akrab dengan Allah. Inti dari setiap perjamuan adalah membangun hubungan yg makin bersahabat dan erat namun hal itu hanya mungkin jika ada kesetiaan dari keduanya. Setiap hari adalah undangan Tuhan bagi kita untuk setia mengikuti tawaran persahabatan dengan Allah, namun kita sering memilih dan menghindar dengan menjalin persahabatan dengan pekerjaan, kesibukan, kenikmatan, uang, bisnis, dll yg makin menjauhkan persahabatan yg erat dengan Tuhan dan kehendak-Nya. Semoga realitas hidup yg makin sulit dan menantang saat ini membuat kita makin setia menjalin persahabatan yg erat dengan Tuhan dan jalan yg ditunjukkan-Nya.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita masuk menyelami persahabatan dengan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar setiap kenyataan mampu menyeret kita makin erat dalam undangan untuk bersahabat dengan Tuhan.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pertumbuhan dalam hubungan dengan Tuhan, hingga mampu menyikapi hidup yg sulit dengan sabar dan penuh iman.

Praying
Allah Bapa Kami, kami bersyukur Engkau undang menjadi orang-orang terkasih untuk hidup di sekitar-Mu sebagai hamba terkasih dan sahabat yg baik. Semoga oleh kasih-Mu kesulitan hidup yg kami hadapi tidak menjauhkan kami dari-Mu, tetapi semoga malah menjadi berkat yg mendekatkan hubungan kami dengan Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *