Studi Lebih dari Sekedar Membaca
Selasa, 8 Juli 2025, bertempat di ruang Antonio Yayasan Santo Dominikus atau di Rumah Doa Santo Dominikus Jl kembang Raya 179 Maguwoharjo, di mana Kantor Yayasan (Pusat) berada, para staf didampingi oleh Sr. M. Karina, OP., M.Pd. melaksanakan studi bersama. Studi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama Selasa, 1 Juli 2025.
Studi ini mulai dilaksanakan dan digiatkan sejak Tahun Studi (Bingkai Kinerja Yayasan Santo Dominikus) hingga sekarang. Studi ini adalah sebagai buah-buah dari PSD (Pekan Studi Dominikan) Tahun Studi 1 dan 2 mulai 2020/2021 – 2021/2022, sekaligus menghidupi semangat belajar dari Santo Dominikus. Studi ini dilakukan tidak hanya bagi para Suster saja melainkan juga bagi para Guru, Karyawan yang bekerja di Yayasan Santo Dominikus (YSD), karena studi merupakan tradisi dalam Pendidikan Dominikan yang tidak bisa dipisahkan dari hidup Santo Dominikus sendiri.
Semangat Santo Dominikus dalam studi ini dilanjutkan oleh para pengikutnya, secara nyata dapat melihat dalam diri Santo Thomas Aquinas. Ia merupakan guru dan teladan terbaik dalam studi. Maka dari itu sebagai pengikut Santo Dominikus kita harus meneladan Santo Thomas yang secara khusus memberikan studi sepanjang hidupnya, atau belajar sepanjang hidup (longlife study).
Sebagai bentuk implementasinya di Tahun Praedicare ini seluruh staf dan Suster Pengurus Yayasan Santo Dominikus mengagendakan bahwa setiap hari Selasa kami ada jam studi bersama. Siapa yang memimpin adalah bergantian, serta tema-temanya selalu berganti sesuai dengan topik atau judul buku yang dikupas dalam studi bersama tersebut.
Agenda studi (8/7) ini yang mendapat giliran pertama adalah Mas Anton dan Pak Wahyu, adapun bahan studi diambil dari Buku Tahun Praedicare.
Tentunya tidak hanya membaca dan mendengarkan saja, namun kami juga melakukan diskusi dan sharing, dan apabila ada materi yang belum kami pahami akan dijelaskan lebih lanjut oleh Sr. M. Karina, OP., M.Pd.
Pada studi kali ini pemandu menyampaikan tentang target dan nilai-nilai inti dari Semangat Santo Dominikus.
Enam Semangat Santo Dominikus tersebut adalah:
- Memulai dari apa yang ada
- Berdoa
- Belajar
- Demokrasi
- Belarasa/compassion
- Persaudaraan dan Kegembiraan
Selain materi di atas, dijelaskan juga 4 ketrampilan yang mesti dikembangkan di abad 21:
- Learning Skill : ketrampilan belajar
- Literacy Skill :ketrampilan literasi
- Life Skill :Ketrampilan hidup
- Preaching SkillI :ketrampilan mewartakan
Literasi merupakan bagian dari studi, maka kemampuan literasi abad 21 yang harus dikuasai adalah:
- Literasi informasi : memahami fakta, angka, statistik, dan data.
- Literasi media : memahami metode dan saluran di mana informasi diterbitkan.
- Literasi teknologi : memahami mesin yang membuat informasi.
Sebagai wujud dari studi Selasa (8/7) kemarin kami akan mengunjungi pameran buku. Pameran ini bertempat di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Festival Literasi Jogja 2025 mulai pada 9-13 Juli 2025, pukul 08.00-22.00 WIB di halaman DPAD DIY.
Karena acara ini gratis dan terbuka untuk umum, maka kami menyempatkan diri bersama semua staf dan Suster untuk berkunjung ke pameran tersebut. Kami mengagendakan mengunjungi Festival Literasi ini pada Kamis, 10 Juli 2025.
Buah-buah studi dari berkunjung di pameran nanti akan dibagikan oleh masing-masing pada pertemuan-pertemuan studi selanjutnya sebagai bentuk dalam mempraktekkan hasil studi.
Semoga dengan studi ini menjadikan setiap pribadi menjadi lebih dekat dengan Allah, membuahkan pengharapan, sukacita dan kepuasan karena berjumpa dengan Kebenaran melalui studi.
Tetap semangat ……
-Arta Murti –



