SECERCAH HENING
Sabtu, 12 Juli 2025
Mat 10: 24-33
“Don’t be afraid”
Usap duka dari perasan air mata,
Usap kepedihan di titian luka,
Peluk aneka berita dengan doa,
Tatap langit dengan mata terbuka.
Harapan tersedia diujung mata,
Rangkul krisis dengan hati lega,
Ulas hari dengan senyum sukacita,
Jalani hidup dengan iman membara.
Ketakutan takkan menambah apapun dalam mengatasi bayangan kecemasan kita, sebaliknya ketakutan selalu membuat kita terkungkung untuk bisa melangkah maju. Ketakutan tidak akan menghancurkan kekuatiran hari esok tetapi justru memusnahkan kegembiraan.
Di era kecanggihan teknologi saat ini membuat hidup kita memiliki banyak kemudahan. Namun seiring kemajuan itu kita makin dihantui oleh aneka ketakutan dan kecemasan. Istilah lain adalah FOMO singkatan dari “Fear of Missing Out” takut ketinggalan dari dunia dan orang lain yang terus maju.
Yesus paham dengan kegalauan manusia sepanjang zaman. Dan hari ini Sabda-Nya memberi pengharapan dengan menyebut “Jangan takut” sampai 4 kali dalam perikop yang singkat ini. Hal ini mau menegaskan bahwa tak ada hal yang terjadi dalam kehidupan yang terlepas dari scenario Allah. Seperti dalam Sabda:
“Dan kamu rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit”.
Sebagai orang Kristiani yang percaya dan mengimani Yesus membuat kita menjadi makluk yang bermartabat yang secitra dengan-Nya. Sebagai ciptaan yang paling bermartabat, kita diharapkan memiliki kontribusi yang lebih dari burung pipit. Kalau burung pipit saja tiap hari bersiul untuk memuji Allah setiap waktu. Apakah hidup kita juga mampu memuji Allah dengan hidup penuh kegembiraan, dalam sikap, tindakan, pekerjaan dan dalam suka dan duka. Memaknai setiap kecemasan dan ketakutan menjadi kesempatan untuk rendah hati dan mengandalkan Allah.
Zaman ini banyak orang takut dan cemas karena banyak orang tercerabut dari akar kehidupan batin dan sosial.
Generasi fomo kadang kita alami tanpa sepenuhnya kita sadari. Kita sering cemas, takut dan khawatir melewatkan sesuatu yang penting dan bermakna dalam hidup. Yesus mengajak kita membina kepekaan untuk mensyukuri hidup, mampu fokus ditengah kebisingan dan kecepatan laju kehidupan. Bahagia bukan karena serba ada tetapi menjadi bahagia karena mampu bersyukur dan menikmati setiap hal kecil sebagai berkat. Seperti burung pipit tak pernah kehilangan sukacita saat cuaca cerah maupun kelam. Semoga kita makin percaya akan rahmat Tuhan yang mengawali tiap langkah pertama kita dengan hati yg penuh iman, harapan dan kasih.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin menemukan kedamaian.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki keberanian untuk setia pada panggilan Tuhan dalam hidup sehari-hari.
Reflecting
Apakah hidupku mudah diombang ambing oleh ketakutan dan kekuatiran ataukah senantiasa mengandalkan rahmat Tuhan.
Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yang dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami makin berani menjadi utusan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

