SECERCAH HENING
Jumat, 11 Juli 2025
Mat 10: 16-23
“Pribadi Militan”
Gigih menatap fajar pagi,
Senyum merayu hati sepi,
Semangat melangkah di titian hari,
Karena Dia ada di tiap ujung hari.
Menepi untuk makin tahan uji,
Mencintai tanpa batas diri,
Berjuang tak takut mati,
Keabadian jadi hadiah abadi.
Dalam buku” The Art of Loving” dikatakan: ” Dia yang tak tahu apapun, tak mencintai apa pun. Dia yang tak bisa apa pun, tak mengerti apa pun. Dia yang tak mengerti apa pun tak berharga. Namun, dia yang mengerti cinta, memperhatikan, melihat…semakin besar pengetahuan melekat dalam sesuatu, maka makin besarlah cinta itu. Kata kata di atas sangat cocok untuk menggambarkan para murid yang sedang mengikuti Yesus adalah panggilan sekaligus sebuah pilihan. Pilihan yang penuh resiko, namun ketika pilihan itu didorong oleh energi cinta maka apapun yang dilihat, didengar tak akan memudarkan kekuatan cinta itu. Hingga akhirnya menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu menahan kebencian dan aneka kesulitan. Sebagaimana Sabda Tuhan hari ini: Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Waspadalah terhadap semua orang karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang yg tidak mengenal Allah. Dan kamu akan dibenci semua orang karena namaKu, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”.
Kita tahu meski semua orang dipanggil, namun sedikit yg dipilih, termasuk dipilih menjadi martir yg rela mati di tengah kehidupan. Bagi kita tidak perlu muluk-muluk. Cukuplah bahwa kita menjadi bahagia dalam menghayati iman kita dari hari ke hari. Dan belajar menjadi teguh berdiri dalam mengikuti pedagogi di sekolah Yesus yakni menjadi pribadi yang militan. Militansi kepribadian buah didikan dari ajaran Yesus antara lain menjadi bahagia bukan seperti langit tanpa badai, jalan tanpa kecelakaan, bekerja tanpa lelah atau hubungan tanpa kekecewaan. Tetapi belajar menjadi bahagia dengan menemukan kekuatan dalam pengampunan, harapan dalam kegelisahan, rasa aman di tengah kemelut ketakutan, cinta dalam merangkul perbedaan dan luka, kegagalan untuk mengukir ketenangan dan bersukacita berkat perasan air mata dalam merefleksikan kesedihan.
Inilah profil pribadi pengikut Kristus yang bahagia mengikuti jalan salib sebagai jalan penebusan. Dengan satu keyakinan: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”. Yakni memperoleh keselamatan. Semoga dari hari ke hari kita makin matang untuk hidup berpengharapan, seberat dan sesulit apapun kehidupan ini, kita tetap yakin ada seseorang yang menemani dan menguatkan kita selalu yaitu Yesus. Dia ada menyejarah sampai saatnya kita berjumpa dari muka ke muka. Ingat sesulit apapun kehidupan yg engkau jalani, ada seseorang yang menemanimu, menunggumu saat engkau lelah dan letih, yakni Yesus. Dan singgahlah sejenak di hatiNya, maka engkau akan sanggup melewati apapun dengan damai.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat dengan jangkauan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin menjadi pribadi yang militan.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu mencerminkan pribadi yang militan atau tahan uji.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yang damai dan bahagia. Mampu bertahan dalam suka duka kehidupan, dengan tetap setia mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

