Rabu, Paskah ke II 15 April 2026
Yoh 3 : 16-21
“Hidup Dalam Terang”
Siluet tanda bahaya,
Jatuh tertatih gapai Cinta,
Meronta oleh desakan nestapa,
Tak kuasa menggapai cahaya.
Nyaman berpeluk sapa,
Bak mahligai tanpa nahkoda,
Jatuh terkapar tak berdaya,
Gapai cahaya di ujung senja
Kita tak pernah tahu kapan saat Sang terang itu tiba menjemput kita.Namun manakala kita rela terluka oleh besetan kegelapan, sesungguhnya kita tengah dituntun menuju terang yakni Kebangkitan hidup. Mari kita ambil waktu untuk sejenak mengenali kegelapan kita, cecap dan rasakan saat itu dengan sabar. Beri saat jeda agar kita siap dimana Tuhan menanti disetiap ujung senja kita. Mari kita rasakan lembutnya hidup dalam terang dan pelukan Allah. Seperti Yesus bersabda:
“Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang…”.
Esensi sebuah terang selalu bercahaya. Semakin tajam cahaya itu, Ia akan menembus ke kedalaman batin “Inner Light” dan menerangi setiap tindakan baik.
Namun ‘Inner Light’ kadang membawa kita pada pengalaman yang pedih, sakit karena harus meninggalkan kebiasaan buruk yang melawan terang. Kebangkitan Kristus adalah misi dalam terang yang menerangi setiap kegelapan hidup yang kadang mengambil bentuk : kemalasan, ketidakjujuran, keputusasaan, dan hidup yang suam-suam. Manusia Paskah adalah hidup yang diterangi oleh Roh Kristus yang terang benderang dan membawa sukacita. Menghidupkan pengharapan di tengah keputusasaan, menumbuhkan tuas penghiburan di saat duka, memvibrasi kekuatan di saat tak berdaya. Mari jangan kita galau akan hidup kita dengan aneka hal. Jika kita tidak bisa menjadi cahaya yang terang benderang, minimal jangan redupkan kehidupan kita dengan keluhan-keluhan kita. Mari kita sambut tiap hari sebagai saat Tuhan menggapai tangan kita untuk dituntun pada hidup dalam terang dan sukacita. Mari kita sambut kelembutan hidup ini dengan ketenangan mencecap tiap realitas dengan sukacira dan syukur pun manakala kita tengah merangkul duka.
Contemplating
Marilah kita heningkan seluruh diri dan gerak batin kita, rasakan, dengarkan terang Roh Tuhan dalam batin terdalam.
Actuating
Lembutkan hatimu untuk bisa diterangi hadirnya Tuhan Sang terang.
Reflecting
Rasakan dan cecap cahaya Tuhan lewat apapun yg singgah dalam realitas hidupmu saat ini.
Praying
Allah Bapa kami, bimbinglah kami dengan terang RohMu, agar hidup kami mengalami keselamatan di dunia ini dan kelak mengalami hidup kekal bersama Kristus Tuhan dan penebus kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine,OP

