SECERCAH HENING

Senin, Paskah Kedua 13 April 2026

Yoh 3 : 1-8

“Radical being”

Penjumpaan yang mengubah,
Berubah tanpa batas,
Manatap realitas,
Tervibrasi kuasa dari atas.

Dalam Injil hari ini kita diajak untuk merenungkan tentang syarat melihat Kerajaan Allah adalah harus berani lahir kembali. Menurut St. Thomas Aquinas, “lahir kembali” dipahami dalam kerangka teologi sakramental dan rahmat Allah. Lahir kembalu sebagai kelahiran rohani dan rahmat. Dilahirkan dari air dan Roh yaitu dalam sakramen babtis. Lahir kembali bukan sekedar perubahan moral atau perilaku luar tetapi pembaharuan esensial dalam jiwa.Ketika Yesus meminta Nikodemus yang ingin mengenal Yesus diwaktu malam, disuruh lahir kembali, seperti dalam Injil hari ini.

Yesus menjawab pertanyaan Nikodemus:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”.

Lahir kembali kembalu menurut St. Thomas Aquinas adalah pembaharuan esensial dalam jiwa, dimana manusia : Dibenarkan (justified), disucikan dan diangkat menjadi anak Allah.Lahir kembali juga berarti regenerasi rohani yang terjadi terutama melalui sakramen babtis , dimana Roh Kidis memberikan rahmat, memghapus dosa, dan menjadikan manusia ciptaan baru dalam Kristus.Lahir kembali setelah perjumpaan dengan Yesus yang bangkit adalah hidup baru seperti bayi semua diawali dengan sesuatu yang baru. Rela keluar dari zona kenyamanan masa lalu, yang mungkin berlindung di rahim hidup penuh dosa.
Padahal ketika bertemu Yesus keinginan Nikodemus hanya simple saja, minimal bisa berjumpa dengan Yesus Sang Pembuat mujizat, sudah cukup. Maka dia cukup mencarinya diwaktu malam karena kalau siang hari takut diketahui oleh orang Yahudi. Namun Yesus meminta Nikodemus sesuatu yang tidak simple tetapi “radikal” tidak cukup hanya minimalis, cari aman. Tetapi maunya Yesus berubah total. Totalitas dalam mengikuti Yesus adalah bersedia lahir kembali. Lahir dalam hal merubah cara pandang, cara merasa, cara melihat, cara menilai, cara memutuskan tidak lagi berdasarkan “ego” tetapi “eco” efek atau pengaruh dari cara pandang dan perjumpaan dengan Yesus. Buahnya diharapkan mampu menemukan sukacita disaat terjepit, mampu menemukan cinta dalam perselisihan, mampu menemukan harapan dikala putus asa, mampu menemukan kekuatan dalam pengampunan, mampu menemukan oasis dikala mengalami kekeringan hidup. Mampu menemukan harapan dan sukacita di tengah suasana hidup yg kadang mencekam. Itulah lahir kembali dalam semangat kebangkitan Kristus.

Contemplating
Marilah kita heningkan raga, rasa untuk mengenali gerak batin berjumpa dengan Yesus dalam malam hidup kita.

Actuating
Belajar membiasakan diri memiliki kehendak dan cara pandang yang selaras dengan kehendak Tuhan.

Reflecting
Apakah pengalaman Paskah telah mampu memberanikanku lahir kembali secara baru dengan meninggalkan pola hidup lama yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan?

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami keberanian untuk keluar dari zona nyaman yang membelenggu kami dalam dosa, semoga pengalaman Paskah membuat kami mampu lahir kembali menjadi manusia baru, karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *