Rabu, Paskah IV Pesta St. Katarina dari Siena 26 April 2026
Yoh 12 : 44-50
“Be Light”
Merindu cahaya bulan,
Malam kian penuh ruam,
Menepis pandangan buram,
Mengintip siluet jadi harapan.
Kala mata terlelap,
Titian makin senyap,
Desah rindu bikin gagap,
Bisik-Nya menyibak gelap.
Dalam buku “Dialog” Santa Katarina dari Siena yang pestanya kita rayakan hari ini. Menekankan bahwa jalan terang dapat dipahami sebagai jalan jiwa menuju persatuan dengan Allah melalui Kebenaran, kasih, pengetahuan diri dan terang ilahi. Dimana Kristus menjadi jembatan menuju Terang. Sering kita mendengar pepatah: “Dari pada mengumpat kegelapan, nyalakanlah lilin”. Hal itu mengajak kita bahwa tak perlu menunggu situasi ideal untuk bisa menerangi tetapi melakukan hal kecil yang bisa dimulai dari diri sendiri untuk mengurai kegelapan itu makin pekat. Hal yang sama juga ditekankan oleh Yesus dalam Injil hari ini :
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang,supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan”.
Salah satu ajaran paling khas Santa Katarina adalah jiwa harus masuk ke sel pengetahuan diri (cell of self knowledge). Dalam kerendahan hati, seseorang mengenali kelemahan dirinya sekaligus kasih Allah. Baginya terang lahir ketika seseorang mengetahui dua hal : Siapa dirinya di hadapan Allah yang kecil dan tergantung. Dan siapa Allah yaitu Kasih dan Kebenaran tanpa batas. Bagi St. Katarina, terang bukan hanya pengetahuan intelektual, tetapi buah kasih. ” Dalam terang-Mu kami melihat cahaya” (Mzm36:10) Terang dan gelap adalah dinamika hidup yang dialami oleh setiap orang, sebagaimana siang yg terik menghalau malam yg gelap, demikian gelap yg pekat dihalau oleh siang yg terang. Tak selamanya orang ada dalam kegelapan, juga tidak selamanya orang selalu menjadi terang. Tak selamanya orang akan menderita baik karena sakit, kedukaan, maupun tekanan hidup. Dan tak selamanya orang akan selalu bahagia. Di jaman yg makin maju, terang dan gelap bisa dimanipulasi, sehingga orang sampai tidak mampu melihat lagi mana terang yg sejati, dan mana gelap yg sesungguhnya. Yesus hanya mengajarkan pertama tama agar kita percaya kepada-Nya sebelum kemudian menjadi terang. Percaya artinya berani mengambil resiko memilih jalan Allah yg telah dirintis Yesus yaitu hidup dalam terang. Dan terang itu terjadi sebagai buah dari hidup mengikuti semangat Tuhan dari waktu ke waktu, dengan resiko melawan semangat dunia yg kadang memanipulasi terang dengan ‘black happines’ yaitu mencari atau menikmati kebahagiaan yg palsu seperti : budaya tidak jujur, korupsi, manipulasi, kolusi, grumpi, selingkuh dan pola hidup sejenis yg bersekutu dengan kegelapan. Sehingga hidup dalam terang menjadi sesuatu yg sulit karena melawan kenyamanan. Masih beranikah kita menjadi terang? ataukah kita menunggu saja sampai situasi ideal?. Ajaran Yesus mendesak kita, saat inilah saatnya kita menyalakan lilin dalam hati kita agar dunia harian kita, rumah tangga kita, tempat kerja kita, masyarakat kita. Perjuangan hidup dalam terang tidak harus dengan cara hidup yg ideal dan heroik, mari memulai lewat kesaksian hidup kita yg simple dan sederhana, terutama disaat hidup penuh kekhawatiran akibat pandemi ini, masihkah kita mampu hidup dengan syukur, antusias untuk kebaikan, berkerja keras, berdoa tekun, berbagi dengan sesama. Saat sulit menjadi saat makin kreatif, menyikapi semua hal dengan damai dan makin gigi mendekatkan diri pada Allah. Seberkas terang hanya akan terlihat cahayanya di saat gelap. Janganlah takut memasuki kegelapan hidup, karena di situlah saatnya Tuhan menuntunmu menjadi dan membutuhkan terang.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh diri kita untuk mempertajam hati yg terang, budi yg jernih, jiwa yg damai agar bisa menimba kekuatan dan terang dari kehadiran Allah dalam hidup kita.
Actuating
Mari memantapkan sikap batin agar makin gigih belajar hidup dalam terang.
Reflekting
Mari kita maknai hidup kita hari ini, dengan sikap syukur dan berbelas kasih agar kehadiran kita layak mengurangi kegelapan.
Praying
Bapa di surga, berilah kami iman yang teguh, agar aneka kebimbangan dan keraguan hidup tak menghalangi kami untuk tetap percaya pada penyelenggaraanMu dalam diri kami dan layak menjadi terang bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Selamat Pesta St. Katarina.
Sr. Albertine,OP

