SECERCAH HENING : Semangat Bakti

Selasa, 2 Juni 2026

Mrk 12: 13-17

“Semangat Bakti”

Memfibrasi dengan mengasihi,
Bina diri tiada henti,
Tekun berdarma bakti,
Bagi Allah & bumi pertiwi.

Merenungkan pesan Injil hari ini, kita ingat semboyan hidup yang dicetuskan oleh Uskup Pribumi 1 yakni Mgr. Albertus Soegijapranata yang menyatakan kita umat katolik harus mampu menhidupi “totalitas ganda” dengan 100% Katolik dan 100% Indonesia. Artinya menjadi orang katolik yang taat tidak menghalangi untuk menjadi warga Indonesia yang militan. 100% Katolik artinya kita harus setiap dan taat menghidupi nilai-nilai Injili dalam kehidupan. Dan 100% Indonesia artinya kita harus siap hidup dan terlibat aktif dalam membangun kesejahtraan masyarakat (Bonum Commune). Hal ini selaras dengan pesan Injil hari ini.Yesus berkata kepada murid-Murid-Nya:

“Berikanlah kepada Kaisar apa yg wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yg wajib kamu berikan kepada Allah”.

Dari Sabda ini Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa kualitas iman kita kepada Allah semestinya terpancar dalam kesetiaan dan ketaatan kita kepada Kaisar yang dalam hal ini berarti pemerintah. Meski di satu sisi kita tahu tidak selalu pemerintah menjalankan kekuasaannya dengan benar. Namun sebagai orang beriman kita diharapkan menjadi bagian dari terang dan solusi. Sebuah bangsa dibentuk buah dari kesetiaan dan dedikasi orang beriman yang berintegritas yang rela mencucurkan darah sampai titik penghabisan. Kerinduannya untuk membangun bangsa dan masyarakat sejahtera merupakan buah iman dan kecintaannya mewujudkan amanat Tuhan yg mengasihinya. Hal ini selarah dengan perkataan Rasul Yohanes :” Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Jika seorang berkata : Aku mengasihi Allah tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta,karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yg tidak dilihatnya.” (1 Yoh 4:12,20). Perjuangan membangun hidup bersama orang beriman di tengah masyarakat adalah buah dari kasih terhadap Tuhan dan sesama. Maka makna iman yang perlu kita hidupi saat ini adalah membuat hidup berintegritas dengan makin dalam mengimani Allah, dan berjuang terlibat aktif dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat sekitar dimana kita hidup. Kobobrokan moral akibat warga bangsa yang makin korup dan permainan politik yang tak sehat, agar tidak menyurutkan semangat kita untuk rela berkontribusi secara positif melalui peran kita masing-masing. Karena di situlah merupakan bagian dari ekspresi bakti kita kepada Allah. Marilah kita makin mengisi hidup menuju integritas diri mengisi saat saat sulit ini dengan semangat kasih.

Contemplating
Mari kita heningkan indera kita untuk makin lunak dibentuk oleh kehadiran Allah.

Actuating
Membiasakan diri mengelola gerak batin yg makin mengasihi.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin matang dan bahagia menyikapi realitas sesuai kemurahan hati Allah.

Praying
Allah Bapa kami, seturut teladan Yesus buatlah hati kami senantiasa manis, lembut dan penuh Cinta hingga kami boleh menikmati hidup bahagia dan mengisi kemerdekaan hidup dalam semangat kasih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *