SECERCAH HENING “Cinta dan Kerja”

Luk 4: 38-44

“Cinta dan Kerja”

Terlelap dgn hati menganga,
Merindu tuk meredam rasa,
Logika Cinta tuk berkarya,
Jiwa dahaga dlm dekapanNya.

Malam tiada pernah tiba,
Terlelap tuk berkarya,
Hanya Cinta menghentikannya
Hingga senja kian bermakna.

Yesus tidak hanya ingin menyembuhkan kita dari demam tubuh, tetapi juga dari “demam jiwa”: kesibukan berlebihan, ambisi, ketakutan, kemelekatan, dan keinginan untuk menguasai. Setelah disembuhkan, kita dipanggil untuk bangkit dan melayani. Namun setelah melayani, kita juga perlu kembali ke tempat sunyi, supaya kita tidak kehilangan rahmat Tuhan dalam perritusan. Esensi kehidupan bagi seseorang yang menjawab perutusan Tuhan hanya ada 2 hal yakni cinta dan kerja. Orang yang mencintai pasti tidak pernah akan diam. Logika aktifnya selalu ingin memberikan yang terbaik bahkan ketika tidak bisa memberikan apapun, orientasinya selalu berpikir positif untuk memberikan kesembuhan dan kebangkitan hidup “new booster” hal ini jelas nampak dalam orientasi hidup Yesus seperti kita lihat dalam sabda-Nya hari ini:

“Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakit,yg menderita bermacam-macam penyakit.Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yg sunyi. Tapi orang banyak mencari Dia”

Dari perikop ini mau menegaskan bahwa hidup Yesus selalu dipenuhi dengan Cinta dan Kerja cinta-Nya diwujudkan dengan melayani siang dan malam tiada henti. Dan kerja Yesus mengalir karena cinta bukan karena nafkah, atau karier, atau jabatan. Maka kerja yang dihayati oleh dorongan cinta membuahkan penyembuhan dari berbagai penyakit, dan menarik banyak orang untuk terlibat. Kerja yang demikian ditimba dari ruang-ruang hening yang menariknya keluar dari zona nyaman. Sebagai manusia pasti Yesus butuh suasana nyaman, santai, ‘stay at home’ atau “self care”. Namun kuatnya energi untuk mencintai keselamatan manusia membuat Dia harus keluar dari zona nyamannya.Meninggalkan rumah-Nya dan pergi ke kota kota lain untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Maka terinspirasi Injil hari ini kita juga diajak untuk siap mengubah orientasi hidup pada cinta dan kerja agar hidup kitapun makin sejahtera dan menjadi berkat yang menyembuhkan, menemani, menghidupkan sesama yang membawa kebaikan dan keselamatan.Tiga tahun bukan waktu yg panjang bagi Yesus saat berkarya. Namun kualitas buah dari karyaNya melampaui puluhan abad tetap update bagi semua bangsa. Cinta dan kerja yang berkharisma membawanya mampu menyentuh dan memeluk semua jiwa yang dahaga. Hal ini selaras dengan motto hidup para Dominikan ” Contemplari et contemplata aliis tradere” ( Berkontemplasi dan membagikan buah kontemplasinya pada sesama).Semoga kita mampu memaknai hidup dengan bekerja bukan sekedar untuk mencari nafkah semata, tetapi lebih lebih menaikan kualitas cinta kita pada Allah dan sesama sebagai pewartaan dari buah kontemplasi kita. Mari kita mencinta dalam setiap karya, meski lelah dan tak berdaya tetaplah untuk terus mencinta lewat karya. Niscaya Tuhan menemani dan melipatgandakan berkat lewat tiap peluh lelah kita dengan Cinta Nya.

Contemplating
Mari kita Hening.Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih panca indera untuk makin kuat mengembangkan energi untuk mencintai.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati terhadap sapaan Allah.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang mencintai, agar kami mampu mengembangkan melalui pekerjaan dan hidup yang membawa kesembuhan dan keselamatan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *