Peringatan St. Gregorius Agung Paus dan Pujangga Gereja
Luk 5: 1-11
“Duc in Altum”
Menyusur malam yg gelap,
Menjaring kehampaan yg pekat,
Kelelahan menanti harap,
Jadi saat penuh berkat.
Malam kian larut,
Semua harap berpaut,
Tiada arti kemahiran melaut,
Saat hadirMu terpagut.
Hari ini Gereja memperingati St. Gregorius Agung. Disebut “Agung” karena besarnya pengaruh dalam kehidupan Gereja. Ia meninggalkan warisan : teologi, sporitualitas, kepemimpinan, musik Gereja dan pewartaan Injil. Ia dipilih menjadi Paus Roma pada 590 M. Motto hidup adalah ” Servus Servorum Dei” (hamba dari Para Hamba Allah). Ia menekankan hidup dalam kerendahan hati. Hal itu selaras dengan situasi dimana setiap orang memiliki titik kritis dalam hidupnya, situasi itu bukan berarti situasi buruk yang harus dihindari, tetapi bahwa dalam hidupnya ada sisi-sisi atau bagian hidup tertentu yang perlu diperdalam maknanya. Sebagaimana Petrus dalam perjalanan hidupnya sampai
Yesus berkata kepadanya :
” Simon, bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Simon menjawab :
“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jalan juga”.
Kegagalan Petrus dalam melaut sepanjang malam adalah gambaran titik kritis yg mengajaknya untuk bertolak pada kedalaman hidup kesehariannya yang selalu hidup di permukaan. Ketika Yesus mengajaknya bertolak lebih dalam krn mengikuti permintaan Yesus, membuatnya mengalami pengalaman dasyat dengan berlimpahnya ikan yang didapat. Dan merupakan awal pertobatannya. Hal ini mengajak kita menengok ke belakang sisi kehidupan manakah dalam hidup kita yang perlu kita perdalam. Pengalaman “Duc in altum” (bertolak ke tempat yang dalam,atau lebih jauh).Episode manakah dalam hidup kita yang perlu diperdalam atau mungkin di bongkar. Seperti Petrus pergumulannya bukan soal harus menebarkan jala lebih dalam lagi tetapi setidaknya ada 3 episode yg disebut dengan pengalaman transformasi.
- Hidup dengan mengandalkan kemahirannya, diubah dengan hidup mengandalkan Tuhan.
- Mengijinkan dan menerima Yesus dalam perahu kehidupannya.Dan ternyata semua menjadi berubah.
- Mengikuti Keinginan Tuhan membuat ia harus rela meninggalkan zona nyamannya menuju kesempurnaan hidup Dengan mengalami kelimpahan hidup justru ketika dirinya bukan siapa siapa. Hal ini menjadi awal dari pertobatan dan kerendahan hatinya, yang membuatnya hidup penuh syukur. Marilah kita membiarkan perahu kehidupan ditumpangi Yesus dan hidup makin mengikuti kehendak-Nya agar kita sampai ke titik terdalam kehidupan dimana keselamatan menjadi segalanya bagi kita. Mari mantapkan hati manakala hidup harus mengulang semua dari nol, lewat kegagalan, sakit, kematian seseorang yg kita kasihi, pindah kerja, pindah rumah, kehilangan aneka kesempatan, biarkan perahu hidup kita ditumpangi Yesus agar perjalanan kita makin bermakna dan hidup dalam damai dan sukacita.
Contemplating
Mari heningkan diri. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih diri melepaskan apa yg selama ini menghalangi Yesus berkenan menumpang dalam perahu kehidupan kita.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati menerima Yesus dan mengikuti kehendakNya.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar siap menerima kehadiran-Mu dalam perahu kehidupan kami, yg mampu mengubah segalanya selaras dengan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

