SECERCAH HENING
Senin,14 September 2026
Pesta Salib Suci
Yoh 3 : 13-17
“Kekuatan Salib”
Menelusup malam yg pekat,
Kesendirian kosong tnp sekat,
Redam tiap hujatan yg terucap,
Bengis runtuh sedetik tertatap.
Peluk realitas dengan iklas,
Cinta menubuh tanpa batas,
Hidupkan tiap hati hingga tuntas,
Penebusan bukan jalan pintas.
Hari ini Gereja seluruh dunia merayakan pesta salib suci. Pesta ini merayakan 3 hal yakni Penemuan salib suci oleh St. Helena ibu dari Kaisar Konstantinus pada 326 M, penghormatan publik pertama 14 September 335M pemberkatan Basilika makam Kristus. Dan pemulihan salib dari Persia oleh Kaisar Heraklius pada 628 M. Yang mau dikenangkan dan dirayakan tentu bukan kesucian salib semata tetapi trasnformasi salib bukan tanda kehinaan tetapi tanda kemenangan dan keselamatan karena iman akan Kristus, nilai pengorbanan Yesus yang menyelamatkan kita.
“Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”.
Buah pengorbanan dari salib Yesus adalah keselamatan dan hidup kekal. Namun bagaimana arti riil bagi hidup kita setiap hari saat ini? Ketika salib yang berarti penderitaan hidup, hampir pasti ingin dihindari dalam hidup kita. Maka salib akan berarti menyelamatkan ketika setiap dari kita mampu memaknai sebuah penderitaan, kesetiaan, kesabaran, pengharapan dalam hidup nyata. Atau salib juga mengambil bentuk bagaimana orang tetap memiliki harapan di tengah keputusasaan, kegigihan di tengah kegalauan, kegembiraan di tengah kesulitan, kejujuran di tengah dunia yg penuh kepalsuan, kerja keras di tengah dunia yang mengaggungkan kenyamanan dan jalan pintas. Sanggupkah kita hidup oleh iman akan Kristus yang kadang tidak memberikan harapan apapun. Salib juga mengambil bentuk penghayatan nilai yang berlawanan dengan selera dunia. Keselamatan yang dijanjikan Allah oleh salib Kristus tidak diberikan nanti, tetapi dirintis tiap hari. Sanggupkah kita memaknai nilai salib itu menjadi bagian dari mati raga di tengah kebahagiaan kita tiap hari ?. Semoga salib yang kita kalungkan di dada kita, atau di tiap sisi dinding rumah kita menjadi bagian dari identitas diri untuk rela merangkul penderitaan hidup dengan gembira, sabar, iklas. Berenergi positif dalam sikap,tutur kata dan pola hidup kita setiap hari sebagai bagian dari cermin penebusan yang telah dirintis oleh Yesus dalam jalan salibNya.
Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk memandan Kristus yang tersalib dan timbalah kekuatan yg mengalir dlm tiap tarikan nafasmu.
Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk memaknai salib.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin lunak dan manis menyikapi kehidupan sebagai buah dari memaknai salib dalam hidup.
Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati seperti hati-Mu, agar dimanapun kami berada mampu membangun sikap positif dan lembut menyikapi realitas hidup yg keras karena belajar dari salib putera-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

