SECERCAH HENING
Selasa,15 September 2026
Peringatan St. Perawan Maria Berdukacita
Yoh 19: 25-27
“Ibu Risang Sungkowo”
Memeluk sendu tiap duka,
Berdaya karena mencinta,
Tak rapuh oleh derita,
Kuat hingga akhir senja.
Hari ini Gereja memperingati Maria berdukacita. Peringatan ini dimulai pada abad ke-12 namun pernah berhenti. Dan pada th 1814 guna menghormati 7 dukacita Maria yakni: Saat Maria mengungsi ke Mesir, Saat Yesus hilang dan diketemukan di bait Allah, Nubuat Simeon, Perjumpaan Maria dengan Yesus menuju Kalvari, Maria berdiri di kaki salib, Maria memangku jenazah Yesus, Yesus dimakamkan. Untuk menghormati 7 duka tersebut Paus Pius X menetapkan secara permanen tgl 15 September sebagai Hari St. Maria berdukacita. Sebagai seorang Ibu dukacita Maria tak terhiburkan sampai kapanpun tatkala menyaksikan Puteranya dihina dan disalib dengan keji. Namun oleh kuasa Roh Kudus Maria dikuatkan melewati perjalanan duka dengan iman yang makin tangguh sebagai seorang ibu hingga akhir sanggup membersamai Yesus dalam derita. Gereja katolik dalam pertumbuhan iman umat Allah juga memberi tempat istimewa bagi peran seorang ibu yang istimewa yaitu Bunda Maria, sebagai Bunda Gereja. Penghormatan khusus ini ditetapkan pertama kali oleh Paus Fransiskus, pada 3 Maret 2018 silam.Maria sebagai Bunda Gereja dirayakan khusus pada Senin pertama setelah perayaan Pentekosta. Dan bacaan Injil hari ini makin jelas bahwa Yesus menyerahkan Ibu-Nya kepada para murid yang dikasihi-Nya dalam sabda:
” Ibu, inilah anakmu! ” kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya “Inilah ibumu! “.
Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sejak saat itu Maria diperlakukan sebagai seorang ibu bagi para murid Yesus, dan para murid diperlakukan sebagi anak oleh Maria. Identitas ini melekat tidak saja bagi para murid perdana tetapi bagi Gereja umat beriman sampai saat ini. Namun apa artinya kita memiliki Bunda Maria? Sebagai anak Maria kita selayaknya meneladan peran sebagai bunda yang total,rendah hati dan penuh sukacita melindungi anak-anak dunia ini dengan perlindungan keibuannya yang suci dan meneduhkan. Sejarah Gereja dan pergumulannya telah membuktikan kuasa kasihnya mengatasi semua yqng tak mungkin bagi manusia biasa. Dan bahkan bagi seorang Dominikan perlindungan Maria dibawah mantel perlindungannya bukan hanya janji tetapi bukti nyata dalam diri St. Dominikus dan para kudus ordo. Mengikuti Yesus dengan segenap keyakinan tidak hanya melibatkan pengalaman rasional semata, tetapi bertumbuh bersama karena sentuhan rasa dan ikatan hati dengan seorang Ibu Maria yang telah memberi pengalaman kepenuhan batin setiap orang beriman. Terutama saat menghadapi kehidupan yang penuh kegalauan dan ketidakpastian. Sentuhan dan perlindungan kasih seorang ibu Maria memberi kekuatan untuk sampai pada pengalaman diselamatkan melalui Yesus putera-Nya. Semoga sabda hari ini meneguhkan kita makin hidup layak dan berkualitas sebagai anak anak Maria.
Mari jangan ragu menghadapi kenyataan hidup yang paling pahit sekalipun, mari belajar dari Bunda Maria sebagai wanita dan ibu yang paling menderita namun ketulusan dan ketabahannya telah menumbuhkan sikap dan kuatnya menjadi wanita yang paling berbahagia. Peluklah setiap sisi deritamu dalam dekapan kasih Bunda Maria, Ibu risang Sungkowo.
Contemplating
Marilah kita hening memberi ruang batin agar Roh Allah diam dihati kita dan bersama Bunda Maria makin memuji Allah.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan untuk makin layak hidup sebagai putra – putri Maria.
Reflecting
Apakah hari-hariku telah kuisi untuk menghidupi semangat meneladani Bunda Maria.
Praying
Yesus, Engkaulah pusat jiwaku boleh meneguk kesegaran lewat perlindungan Bunda-Mu. Tariklah aku untuk terus terpikat pada sabdaMu hingga hidupku makin matang untuk berbuah kasih sebagaimana teladan bunda Maria. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

