SECERCAH HENING
Senin, 19 Oktober 2026
Luk 12: 13-21
“Cintailah Jiwamu”
Menenun hati dikala sepi,
Menikmati tiap denyut nadi,
Mensyukuri hidup tiada henti,
Jiwa tuk menyatu dgn yg Ilahi
Meister Eckhart seorang mistikus dan teolog Dominikan mengajarkan kepada kita tentang keselamatan. Bahwa keselamatan adalah persatuan jiwa manusia dengan Allah melalui pengosongan diri agar kesadaran akan kehadiran Allah di dalam batin manusia dapat dirasakan. Keselamatan sudah dimulai saat kita hidup. Keselamatan bukan soal perbuatan tetapi tentang menyadari kehadiran Tuhan dalam hati nurani kita tiap waktu. Inspirasi rohani yang paling terkenal dari Meister Eckhart adalah ” Mata yang aku gunakan untuk melihat Tuhan adalah mata yang sama yang digunakan Tuhan melihatku”. Hal ini mau menggambarkan kesatuan esensial Tuhan dalam hidup kita. Namun apakah kita rela mengosongkan diri untuk bisa menyadari kehadiran dalam hidup kita ?. Injil hari ini juga mengajak kita mulai memberi ruang pada keselamatan kita dalam hidup seperti dalam cuplikan Sabda hari ini.
“Berjaga jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaan itu “.
Dari sabda ini Yesus hendak mengingatkan pada kita, bahwa pada satu titik tertentu kita mesti sadar bahwa yang akan menyelamatkan kita bukan pada harta, kekayaan,kekuasaan,kesuksesan,tetapi sejauhmana kita telah merawat, menyadari dan mencintai kehidupan kita, melalui kasih pada jiwa kita dalam hubungan dengan Allah dan sifat-sifat-Nya. Meski kita sadar bahwa keselamatan kita pada intinya adalah pekerjaan Allah semata namun tanpa keterbukaan kita untuk menanggapi dan menyiapkannya maka keselamatan akan jauh menjangkau jiwa yang hampa. Vitamin jiwa sangat dibutuhkan agar mampu bertahan di tengah kerasnya kehidupan yakni dengan memberikan oase keteduhan, keheningan, kedamaian,pengampunan dan hidup mengembangkan sifat – sifat Allah dengan terus berkontribusi untuk kebaikan dalam hidup bagi sesama.
Contempating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali Allah yg menjamah dan menguasai jiwa kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan jiwa kita dengan mengembangkan sifat-sifat baik dalam hidup.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan berkembang dalam kebaikan.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami memilika hati yg peka agar makin terbuka untuk merawat dan mencintai jiwa kami melalui setiap kebaikan yang mengarahkan hidup kami makin dekat kepada-Mu, demi keselamatan kami dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

