SECERCAH HENING
Jumat, 16 Oktober 2026
Peringatan St. Margaretha Maria Alacoque
Luk 12: 1-7
“Takut akan Tuhan”
Bagai butir pasir terhampar,
Ada diantara butiran tertebar,
Kecil di lautan menghampar,
Berharga dari yg terpapar.
Sepi menepi di ujung hari,
Takut jadi menyatu hati,
Setia jadi jawaban berarti,
Mencintai pd jalan tersuci.
Hari ini Gereja memperingati St. Margareta Maria Alacoque lahir di Perancis 22 Juli 1647. Ia dikenal sebagai “rasul” devosi kepada Hati Kudus Yesus dari buah pengalaman mistiknya. Sejak kecil ia mengalami penderitaan fisik dan batin termasuk penyakit lumpuh. Ia seorang biarawati Perancis. Ia mengalami banyak wahyu dari Yesus. Semboyan hidupnya yang terkenal adalah ” Aku tidak butuh apapun selain Tuhan, dan melenyapkan diri dalam hati Yesus”. Beberapa praktik devosi yang berkaitan dengan misinya : 1) Devosi pada hati kudus Yesus. 2) Jam suci (Holy hour) meluangkan waktu khusus untuk berdoa pada Sakramen Mahakudus.3) Merayakan Jumat pertama ungkapan cinta pada hati kudus Yesus. Dari pengalaman mistiknya kita juga perlu belajar bagaimana melenyapkan diri dalam Tuhan dengan cara apa yang kita tahu, kita yakini dan katakan tiap waktu. Hingga waktu waktu hidup kita menjadi saat yang berharga. Sebagaimana Yesus dalam Injil hari ini memberikan rambu-rambu kehidupan dalam Sabda-Nya:
“Takutlah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka.Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutlah Dia!. Bukanlah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sesungguh pun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Dalam semangat ini Yesus mengajak kita untuk ‘takut akan Dia’ dalam arti setia mengikuti jalan-Nya dan terus percaya dan mengimani, bahwa Dia ada hadir dan menubuh dalam setiap kebaikan. Takut akan Dia berarti takut melakukan dosa yang akan menjauhkan kita dari Tuhan. Sebagaimana teladan St. Margaretha Maria Alacoque untuk melenyapkan diri dalam Tuhan membuat ia terus menyatu dalam batin dan jiwa dengan Tuhan.Dalam perjalanan hidup yang menawarkan banyak pilihan ini. Kita perlu memiliki sikap takut akan Tuhan, supaya hati kita ada keterikatan batin yang kuat dengan bimbingan Roh-Nya. Takut akan Tuhan, berarti juga kita berani mempercayakan diri dan keselamatan kita dalam tangan-Nya. Melalui devosi hati kudus Yesus kita tidak lagi perlu takut akan keselamatan kita jika kita berani mempercayakan diri dan setia pada jalan-Nya,karena sekecil rambut kepala kita ada dalam rangcangan-Nya. Takut pada Tuhan untuk melakukan hal yg diluar jalan dan kehendak-Nya, serta berani mempercayakan hidup dalam penyelenggaran-Nya adalah pilihan. Mari kita belajar takut pada Tuhan agar hidup kita ada dalam penyelenggaraan-Nya senantiasa. Takut akan Tuhan membuat kita makin rendah hati dan belajar memiliki kehendak bebas untuk kebaikan dan terikat untuk tidak mengikuti kecenderungan jahat. Mari menepi sejenak dan dengarkan hati kita yang terdalam, niscaya kita akan dituntun pada pilihan jalan yang baik dan benar seturut rancanganNya. Meski untuk itu kadang kita harus mengesampingkan keinginan ego. Mari kita jalani hidup dengan kesetiaan dan kasih akan Tuhan dan sesama sehingga kita tidak mudah dibujuk oleh kuasa untuk berbuat dosa.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa, budi dan seluruh indera kita, agar kita makin takut akan Tuhan dan berani percaya pada penyelenggaraan-Nya.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin takut akan Tuhan.
Reflecting
Apakah hidupku mudah diombang ambing oleh kesulitan hidup, hingga lupa pada penyelenggaraan Allah, ataukah kita takut akan Tuhan dan berani hidup dalam rancangan-Nya.
Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Dan ajarilah kami takut kepada-Mu,untuk berani mempercayakan hidup sepenuhnya kepadamu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

