SECERCAH HENING
Kamis, 15 Oktober 2026
Peringatan St. Theresia dari Avila
Luk 11: 47-54
“Berintegritas”
Bertumbuh mengulas kelembutan,
Riang mengulum senyuman,
Meneguhkan tiap sapaan,
Lincah mewujud dlm tindakan
Hari ini bersama Gereja kita memperingati St. Theresia dari Avila atau St. Theresia dari Yesus. Salah satu dari 4 wanita kudus yang diangkat jadi Pujangga Gereja oleh Paus Paulus ke VI pada th 1970. Ia diangkat sebagai pelindung penulis katolik Spanyol. Banyak tulisan rohaninya yang menginspirasi orang beriman untuk makin mengandalkan Tuhan salah satunya “Istana Batin”. Motto hidup St. Theresia dari Avila ” Jangan khawatir dan jangan takut akan segala sesuatu, Allah tidak berubah, Kesabaran akan menang atas segala hal”. Hal ini diteguhkan dengan tiga keutamaan hidup yang diwariskan untuk kita yakni: Kerendahan hati, Saling Mengasihi dan Ketidaklekatan pada hal-hal duniawi. Ia kuat dalam mengandalkan Allah. Doanya yang terkenal adalah Allah saja cukup, membuat hidupnya makin mudah untuk mengasihi dalam aneka wajah dan bentuk sebagai integritas dirinya. Berbeda dengan Injil hari ini Yesus mengecam orang Farisi yg bersikap munafik sbb:
“Celakalah kamu karena kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yg berusaha masuk ke dalam kamu halang halangi”.
Ada tiga frase yang resisten dalam perikop di atas.
- Mengambil kunci.
2)Tidak masuk. - Halang halangi orang.
Setiap orang yang mengambil kunci biasanya dilanjutkan dengan membuka dan masuk melihat dan jika sesuatu yang baik ada didalam maka mengajak dan mempersilahkan orang lain juga masuk. Kebalikan dengan orang Farisi yang dikecam Yesus justru berbuat yang sebaliknya. Dengan mendapat kunci pengetahuan dimana orang Farisi adalah kelompok yang mengetahui banyak tentang kebenaran, namun rupanya tidak mampu untuk diinternalisasikan masuk dalam integritas dirinya. Sehingga kunci kunci kebajikan tidak membawa dampak atau vibran yang positif bagi diri dan sesamanya. Sehingga manakala orang lain yang juga telah memahami kebajikan dan kebenaran hidup ingin masuk lebih dalam, justru dirinyalah menjadi penghalang. Melalui Injil hari ini Yesus mengundang kita memiliki harmoni kehidupan atau integritas kehidupan. Dimana iman kita akan Kristus bukan mengimani sebuah hukum yang keras dan kaku, tetapi mengimani jalan kebenaran dari seorang pribadi yang hidup. Dimana keyakinan kita perlu dirawat dengan gaya hidup yang utuh. Memiliki harmoni antara yang diyakini dengan yang dihidupi. Keyakian iman kita akan Kristus sebagai jalan kebenaran dan hidup, hendaknya selaras dengan cara kita bepikir, berkata, berbelarasa, bertindak dengan jujur dan benar. Pengalaman dikasihi Allah menjadi pelembut kehidupan kita dalam memandang dan bergaya hidup seperti teladan St. Theresia dari Avila. Yesus menghendaki kita memiliki integritas kasih yang dalam dan terus masuk ke kedalaman melalui pintu kebajikan dan kebenaran yang diajarkannya. Jika integritas kasih kita tidak suam suam kuku maka diharapkan kehadiran kita tidak menghalang halangi orang untuk masuk ke kedalaman hidup dengan menghayati integritas kasih yg dalam. Hingga dimanapun kita berada membawa suasana harmoni karena dilembutkan oleh kasih Allah yg tak berkesudahan. Janganlah ragu untuk terus mematangkan integritas diri kita, kadang perlu menepi agar pikiran kita selalu positif, hati senantiasa damai, tindakan kita senantiasa membawa kebaikan dan setiap keputusan membuahkan kasih dan kebajikan. Mari memulai dengan tindakan tindakan kecil yang membawa kebaikan.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa, pikiran dan hati kita agar seluruh daya kita makin harmoni dalam pengaruh Allah.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin memiliki gaya hidup yg selaras antara pikiran, perkataan dan tindakan kita.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin memiliki gaya yg bersahaja dan harmonis.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami jiwa yg terbuka dan hati yg damai, agar keyakian, hati, budi dan seluruh diri kami makin hari makin selaras dengan kehendak-Mu.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

