Kesetiaan

SECERCAH HENING
Jumat, 16 Agustus 2024

Mat 19: 3-12

Terhempas di titik batas,
Merayu jiwa untuk lepas,
Meski komitmen terhempas,
Railah Cinta tanpa batas.

Kesepian di ujung senja,
Tengok titian dgn hampa,
Nikmati tiap butiran Cinta,
Jadi penguat tuk tetap setia.

Di era konsumtif ini, gaya hidup kita banyak dipengaruhi oleh budaya Rusak- Buang, seperti tak ada lagi rumus utk service, renewal, rekonsiliasi. Sebab begitu mudah kita membeli apapun yg kita ingini, juga memakai apapun yg serba update dan fashionabel namun jika sesuatu itu rusak begitu mudahnya kita membuang dan mengganti yg baru. Mental jaman ini dibuatnya demikian, hidup seakan disetting oleh kepentingan bisnis bahwa tak ada barang yg awet semua dikemas sekali pakai buang,sebab jika diservicepun onderdilnya tak tersedia dan lebih mahal. Semangat dalam memperlakukan barang konsumtif secara tidak langsung juga mempengaruhi kita dalam berelasi dengan sesama dalam media sosial.Jika saya suka maka saya follow dan saya like seketika itu juga. Namun jika saya tidak suka maka dengan mudahnya kita
unfollow, unlike atau bahkan kita blokir dan berhenti berteman. Sikap kita dalam memperlakukan barang dan sesama ternyata juga mempengaruhi kita dalam membangun keutamaan hidup untuk setia dengan penggilan Tuhan. Baik dalam membangun hidup berkeluarga, hidup melajang, hidup selibat dan hidup religius. Kesetiaan menjadi keutamaan yg mahal namun malah mudah ditinggalkan orang. Dan rupanya keutamaan itu tidak mudah di hayati sejak jaman Yesus dan nabi Musa. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:
Kata Yesus kepada orang Farisi:

“Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian”.

Kesetiaan bagi Yesus merupakan keutamaan yg sejak semula perlu dengan teguh dan tegar dipertahankan sebagai jalan keselamatan untuk mengikuti-Nya. Namun karena kedegilan hati orang kesetiaan dibelokkan menurut ukuran kebutuhan ego sesaat. Kesetiaan bagi Yesus menjadi amat penting karena merupakan salah satu keutamaan. Dimana keutamaan merupakan kecenderungan yg tetap dan teguh untuk melakukan yg baik. Keutamaan ini hanya dapat dicapai dengan latihan, kesadaran, ketulusan, kasih dan pengabdian yg tetap. Keutamaan bisa lenyap oleh pilihan tindakan yg tidak sesuai dengan semangat kebaikan atau bertentangan dengan nilai dari keutamaan ini. Misal kesetiaan suami isteri bisa lenyap jika dengan sadar atau tidak sadar suami dan atau isteri memilih sikap yg bertentangan dengan nilai kesetiaan yakni memelihara relasi dgn yg lain sebagai PIL atau WIL atau pilihan tindakan lain yg bertentangan dengan kesetiaan terhadap komitment hidup yg telah dipilih. Demikian juga dalam hidup selibat dan hidup religius. Perselingkuhan dengan orang, kegiatan, komitmen, harta, tahta, wanita, kuasa menjadi penghalang utama terhadap langgengnya nilai kesetiaan terhadap panggilan hidup yg telah dipilih. Kesetian selain usaha yg terus dipupuk dan dibina sebagai keutamaan juga adalah anugerah Allah. Usaha untuk terus setia pada hal baik adalah bagian dari potret kedewasaan dan kematangan iman kita kepada Allah dalam diri Yesus yg setia sampai mati pada kehendak Bapa-Nya. Bagi orang yg matang imannya godaan untuk tidak setia tidaklah akan membelokkan dari jalan kesetiaan tetapi justru mematangkan iman dan keutamaan. Masihkah kita rela utk belajar setia? Meski tawaran dunia terus berselansar dan berganti? Semoga ajakan Yesus untuk setia menjadi jalan keselamatan kita. Jangan gelisahkan hatimu dengan aneka hal yg mau membalokan perhatianmu dari setiap hal baik yg tengah engkau rintis. Tetaplah bertahan meski kesepian dan lelahmu mendera. Berpalinglah selalu padaNya, maka Ia akan memelukmu dalam kebahagiaan.

Contemplating
Mari kita rasakan keheningan, mencoba hadir saat ini, Sadar dan tatap realitas dgn mata hati yg bahagia.

Actuating
Membiasakan diri mengelola gerak batin yg bersumber dari relasi dgn Allah. Hingga hati kita mirip dgn hati Allah yg penuh kasih.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin matang dan bahagia menyikapi realitas sesuai kemurahan hati Allah.

Praying
Allah Bapa kami, seturut teladan Yesus buatlah hati kami senantiasa manis, lembut dan penuh Cinta hingga kami boleh menikmati hidup bahagia dan pengampun. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *