SECERCAH HENING
Jumat, 28 Juli 2023
Mat 13: 18-23
“Kualitas Pertumbuhan”
Kualitas pertumbuhan hidup seseorang sering dilihat lebih banyak bagaimana ia didik dalam kehidupan awal dalam keluarga, selebihnya adalah lingkungan kita, baik di sekolah maupun di masyarakat. Bagaimana orang tua menabur, menumbuhkan dan memberi teladan yg baik dalam mengembangkan benih benih keutamaan dalam diri anak akan menentukan kualitas pertumbuhan masing masing. Namun di atas semua itu keterbukaan untuk mendengar dan membuka diri terhadap rahmat Tuhan sangat menentukan kualitas pertumbuhan benih keutamaan hidup itu.
Sebagaimana cuplikan Sabda Tuhan hari ini:
“Benih yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, ada tiga puluh kali lipat”.
Allah menyampaikan sabda-Nya kepada semua, namun tidak semua orang memiliki minat dan ketertarikan yang sama merupakan pengetahuan standar yang di ajarkan oleh semua jenis pendidikan baik keluarga maupun masyarakat, namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mempraktekannya sebagai pola hidup atau habitus. Sabda kebenaran yg kita dengar menjadi nyata dan berbuah dalam perilaku baik dalam hidup kita sangat tergantung dari keterbukaan kita untuk mewujudkannya. Pertumbuhan sabda menjadi hidup juga dipengaruhi oleh tanah hati kita atau tanah subur yaitu sikap terbuka mau mendengarkan dan “lembah manah” dibentuk oleh Tuhan melalui didikan keluarga, sekolah, masyarakat dan realitas hidup. Kesuburan jenis tanah juga perlu dipupuk oleh relasi yg intim dengan Tuhan, doa, olah tapa dan pengendalian diri serta refleksi. Buah kehidupan yang baik akan selalu menunjukkan kualitas bibit namun bibit yang baik belum tentu menjamin buah yg baik jika tidak dipupuk dengan penyadaran diri dan relasi yg kuat dengan Tuhan. Apakah hidup kita sudah menjadi tanah yg subur? Atau tanah yg tandus? Atau malah tanah berbatu? Sangat tergantung keterbukaan kita utk mau menumbuhkannya karena benih yg baik telah di tanam Tuhan dalam hati kita masing-masing. Pertumbuhan itu perlu ditunjang oleh nutrisi rohani yakni keheningan agar kita rela untuk mendengarkan. Maka dalam perikop yg singkat dalam bacaan Injil hari Yesus berulangkali menyebut kata “mendengar”. Mendengar tidak akan memberi efek perubahan bagi pertumbuhan keutamaan hidup, jika tidak diberi waktu yg hening untuk mengunyah dan memaknai Sabda menjadi sumber penerang kehidupan. Maka relakan sejenak waktu hidupmu untuk hening mencecap dan mengunyah sabda agar menjadi sumber kekuatan pertumbuhan benih hidup yg dikehendaki Tuhan. Hingga hidup makin matang dan tetap sejuk di tengah carut marutnya kehidupan yg makin panas.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan agar benih kebaikan senantiasa bertumbuh dengan sempurna dalam hati kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata pertumbuhan iman dan sabda dalam hidup.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menumbuhkan setiap kebaikan dalam hidup hingga buahnya bisa dirasakan orang lain
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar menumbuhkan setiap benih sabda agar bertumbuh dan berbuah dalam kebaikan hidup.Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
