Menebar Kebaikan

Luk 6 : 6-11

Menubuh dalam ruang dan waktu,
Kebaikan satu dlm nafas membisu,
Penerimaan tak jd penentu,
Bertumbuh dlm ruang dan waktu.

Jati diri terikat di situ,
Mewarnai sudut pelangiku,
Mengulun senyum yg menyatu,
Hidup baru terukir tiap waktu.

Tiga tahun yang lalu kita ingat sebagai warga bangsa Indonesia dibuat terkesima oleh sebuah perhelatan yg memukau yakni event Asean Game . Sosok Jokowi diprofilekan sebagai pemimpin yg luar biasa yg memberi resonansi positif bangga sebagai warga bangsa ini dan memiliki passion untuk kebaikan yg kental, bukan soal penampilannya yg memukau pada pertunjukkan opening ceremony, tetapi bahwa seluruh performancenya tidak jauh dari realitas dedikasinya untuk bangsa. Demikian juga salah satu atlit terhit saat itu yakni “Jojo” yg dengan terang-terangan menunjukkan indentitas kemenangannya ditandai dengan tanda salib. Namun apakah kebaikan yg ditebarkan keduanya juga membawa respon kebaikan bagi banyak orang? Ternyata tidak !. Banyak nitezen tetap saja menghujat sosok Jokowi sebagai tebar pesona 2 periode,dll. Pengalaman serupa telah dialami Yesus seperti dalam Injil hari ini:

“Manakah yg diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya? “.

Pertanyaan ini menggambarkan bahwa tidak semua perbuatan baik, dihargai oleh semua orang. Kaum Farisi dan ahli Taurat selalu menjadi pihak yg berlawanan dengan oase kebaikan yg ditebarkan Yesus sepanjang pewartaan-Nya. Apakah Yesus surut dengan reaksi mereka yg menolak-Nya? Tidak!!. Yesus terus menebarkan kebaikan dan warta sukacita tidak peduli diterima atau ditolak oleh orang lain. Setiap orang diberi kebebasan untuk menentukan pilihan sikap hidupnya.Namun kepada para murid, Yesus terus menunjukkan polaritasnya untuk hidup oleh energi kasih yg menyelamatkan.Bahwa bagi hati yg mencintai akan selalu menebarkan oase kebaikan dimanapun dan situasi apapun. Karena hukum dan aturan hanya akan berarti jika membawa tatanan hidup yang makin mampu menebarkan oase kehidupan yg membawa kebaikan.Maka inspirasi iman dari Sabda hari ini adalah kita diajak untuk terus mendekatkan diri pada Yesus agar mampu menebarkan kebaikan tak tergantung respon orang lain, jika ditolak sekalipun tetaplah berbuat kebaikan. Hingga Yesus tidak perlu bertanya lagi kepada kita: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya”?. Janganlah ragu untuk terus berbuat baik, sekecil apapun yg bisa kita buat, karena disitulah Roh Allah makin mendapat tempat di nurani kita hingga hidup kita dimatangkan. Dan memperlebar jalan bagi kita untuk makin dekat dengan kehendak Tuhan. Jika karakter kebaikan sudah melekat dalam identitas kita, kita tak lagi butuh reaksi penerimaan atau penolakan orang lain.Teruslah berbuat baik dengan tulus,

Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk terarah pada Kristus dan berbuah pada kebaikan.

Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk berbuat kebaikan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hening dan keep calm dalam menyikapi setiap penolakan dan terus berbuat kebaikan.

Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati seperti hati-Mu, agar dimanapun kami berada terus mampu menebarkan kebaikan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *