Perjumpaan yang mengubah

SECERCAH HENING
Senin,14 November 2022

Luk 18: 35-43

“Perjumpaan yg mengubah”

Menapaki titian hari,
Menepi di sudut hati,
Melumerkan hati yg keras n sepi,
Merindu tiada bertepi.

Memadu rasa tuk mengerti,
Sibak gelap tuk jernihkan diri,
Memohon dgn sikap bakti,
Tervibrasi tuk bertransformasi.

Kadang kita sering merasa tidak punya banyak waktu untuk berdoa, bahkan sangat sulit untuk berdoa, bingung akan omong apa dalam doanya, tanpa sadar kita seakan menempatkan Tuhan itu ‘buta’ tidak bisa melihat apapun keadaan kita, sehingga perlu kita memberitahu banyak hal tentang hidup kita. Padahal sesungguhnya, keadaan kitalah yg buta, tak mampu menjangkau kemahakuasaan Tuhan dalam hidup.Padahal sebenarnya hanya butuh 1 hal yang perlu yaitu Tuhan hadir dan kita dimampukan untuk melihat dan merasakan kehadiranNya.Maka kalau kita dimintai satu permintaan kepada Tuhan, cukuplah minta saja : Tuhan menyertai kita maka semua yg terpenting dalam hidup akan terpenuhi. Seperti dalam dialog singkat bacaan Injil hari ini:”
Yesus bertanya kepada orang buta si pengemis yg duduk dipinggir jalan:

“Apa yang kau kehendaki supaya Aku berbuat bagimu? Jawab orang itu “Tuhan supaya aku dapat melihat! “.Yesus berkata:”Melihatlah engkau,imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Perjumpaan yg nge-klik, tak perlu banyak kata, satu kalimat dan sekilas pandangan saja, mampu menembus kedalaman yang merasuk,merangkul, memahami dan mengubah banyak hal. Itulah yg dialami si pengemis buta saat bertemu dengan Yesus. Tidak begitu banyak dijelaskan apakah si buta sudah mengenal Yesus sebelumnya atau tidak, yang pasti ia pernah mendengar tentang Yesus dari cerita banyak orang. Saat ini ia berjumpa secara pribadi, dan perjumpaan ini luar biasa, karena mengubah hidupnya dengan dasyat.Yang menyembuhkan kebutaannya selain karena Yesus, ia juga merasakan kerinduan yg kuat untuk berjumpa. Semoga kitapun juga memiliki kerinduan untuk berjumpa Yesus setiap saat. Dan rela menyediakan waktu untuk perjumpaan yg mengubah, selama 24 jam sehari dalam hidup kita, berapa persenkah waktu kita sediakan untuk berjumpa dengan Yesus? Adilkah kita dengan kehidupan ini? Sementara jika kita sedang bersusah, semua urusan kita serahkan kepada-Nya?. Semoga mata hati kitapun senantiasa terbuka untuk rindu disembuhkan dari kebutaan kita, agar mampu melihat dan menyaksikan kebaikan Allah yg nyata dalam kehidupan kita.
Janganlah ragu untuk minta pada Yesus, apapun yg engkau kehendaki. Jiwa yg sungguh merindu Tuhan, pasti yang dikehendaki tidak akan jauh dari kehendak Tuhan sendiri, hingga apapun yg diminta akan terkabulkan. Jika hidupmu merasa kian rapuh, terpuruk dan gelap, menepilah sejenak heningkan diri dan rasakan dorongan batin terdalam, semoga getarannya adalah merindu Tuhan. Karena saat itulah Tuhan tengah menenun mata jiwamu agar menyatu denganNya, rasakan kedamaian yang menyelimutimu dan beranjaklah untuk bangkit dan berbuah.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki waktu yg seimbang untuk berjumpa dengan Yesus.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan buah yg baik dari perjumpaanku dengan Yesus.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk berjumpa dengan Yesus, hingga hidupku disembuhkan dan diperbaharui setiap saat. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *