SECERCAH HENING

Minggu, 25 Januari 2026

Mat 4: 12-23

“Semangat Profetis”

Merindu tepian senja,
Tuk hidup kian bersahaja,
Mencintai apa adanya,
Jadi terang dalam sikap dan kata.

Pada minggu ke-3 masa biasa ini kita diajak untuk belajar dari guru spiritual yang mengatakan bahwa: “Hormat terhadap kata-kata menyiratkan suatu kerendahan hati di hadapan kebenaran dan dihadapan orang lain”.(Timothy Radcliffe) .Artinya kita diajak untuk memberi kesaksian hidup yang rendah hati melalui setiap tutur kata yang benar, yang memberi inspirasi orang lain untuk hidup benar terhindar dari budaya kematian. Termasuk memerangi budaya yang penuh dengan narasi – narasi negatif . Sebagai pengikut Kristus kita semua dipanggil memiliki semangat kenabian (Profetis) melalui konteks dan peran kita masing-masing, mungkin mulai yang sederhana setiap peristiwa hidup kita tiap hari, kita jadikan momentum untuk mengarahkan diri untuk bertobat yaitu hidup makin selaras dengan kehendak Tuhan.
Seperti dalam Injil hari ini:

Setelah Yohanes di tangkap menyingkirlah Yesus ke Galilea dan menyerukan: “Bertobatlah Kerajaan surga sudah dekat!”

Yesus hadir menjadi penerang bagi bangsa yang diam dalam kegelapan melalui “kata-kata” dan seruan tobat juga melalui teladan. Ia bahkan menjadi murid pertama dari setiap kata yg diucapkannya. Dan dari seruan kata-kata yang mujarab itu Ia mampu mengubah dunia karena dirinya sendiri mengungkapkan dan mewujudkan apa yang diucapkannya. Mengapa bisa demikian? Karena Ia taat pada Allah, yang diwarisi dari tuntunan kebenaran iman. Agar hidup kita juga layak mengambil bagian dalam semangat profetis maka pertama tama kita perlu memiliki sikap taat dengan membiasakan diri pada pola sikap:
T= Tresno mring Gusti
A= Andap asor
A= Ajrih marang Gusti
T= Tumuju ing kabecikan. Istilah di atas adalah bahasa jawa yang artinya. T: Tresno yang Cinta pada Allah menjadi dasar kehidupan karena kita lebih dulu dicintai Allah. A: Andap asor artinya rendah hati, kata-kata yang terucap dari bibir seseorang menunjukkan kualitas pribadinya. Jika kata-kata yang terungkap penuh narasi negatif berarti sesungguhnya kualitas dirinya rendah. A: Ajrih mring Gusti, artinya takut pada Allah. Orang yang takut akan Allah tidak mudah tergoda untuk berbuat kejahatan dan kemunafikan sehingga sikap hidupnya akan dituntun pada semangat T: Tumuju kabecikan, artinya seluruh orientasi hidupnya hanya terarah pada sikap dan tindakan yang baik untuk dirinya, sesama dan Tuhan. “Karena hanya orang yang mencintai yang bisa taat, hanya orang taat yang rendah hati dan takut akan Tuhan, sehingga seluruh hidupnya tertuju pada kebaikan”. Inilah semangat profestis yang diharapkan dari kita saat ini.

Contemplating
Mari kita hirup nafas pelan pelan rasakan dan sadari bahwa setiap nafas yg kita hirup adalah sapaan Allah yg mencintai kita dan biarkanlah agar kehadiranNya menguasaj kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki semangat taat dalam kehidupan tiap hari.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mewujudkan semangat kenabian yg membuat sy makin bertobat dan hidup makin baik.

Praying
Allah Bapa yg penuh belas kasih. Tambahlah kasih kami kepada Yesus PuteraMu. Agar kami memiliki hati yg berkobar kobar untuk hidup sefrekuensi dengan sifat sifat Allah. Rendahkanlah gunung kesombongan kami, agar kami makin rendah hati dan bertumbuh dalam iman, harapan dan kasih. Hidup makin bahagia dalam kesederhanaan. Demi kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *