SECERCAH HENING “kekuatan Doa”

SECERCAH HENING
Rabu, 28 Oktober 2026
Pesta St. Simon dan Yudas rasul.

Luk 6 : 12-19

“Kekuatan Doa”

Terbius di lorong sunyi,
Meniti tangga hati,
Menepis gelisah dlm sepi,
Mendengarkan jd saat tersuci.

Hari ini bersama Gereja kita merayakan pesta St. Simon dan Yudas rasul. Simon orang Zelot artinya “setia” dan Yudas Tadeus artinya “si pemberani” Yudas dipilih sebagai pelindung orang yang sedang mendapat tugas yang sulit. Kedua Santo ini dirayakan pada hari yang sama hari ini, karena nama keduanya serentak disebut berurutan dalam Injil Sinoptik, dan keduanya juga menjadi martir di negara Persia (Iran). Mereka dipilih menjadi rasul dan berjuang hingga akhir dibunuh dalam kesetian mewartakan Injil sebagai martir. Kekuatan itu bukan kekuatan biasa tetapi karena pengalaman kedalaman relasi dengan Yesus yang mengobarkan hidup mereka hingga akhir. Sebagaimana Yesus memilih mereka dari kekuatan doa yang mendalam kepada Allah BapaNya. Seperti dalam Injil hari ini.

“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut rasul”.

Bagi Yesus siang haru adalah saat menyatakan buah dari keheningan yang ditimba dalam semalam malaman bersama Bapa. Kekuatan sebuah doa bagi Yesus menjadikan-Nya sanggup memilih dan menetapkan para rasulnya menurut cara pandang Bapa. Kuasa doa membuat-Nya menjadi pribadi yang lunak atau lembut untuk dibentuk oleh kuasa Roh, agar hidup makin sesuai dengan scenario Allah. Doa dalam hal ini bisa menjadi bentuk hubungan dengan Allah, bisa juga berupa sebuah sikap hidup. Doa sebagai bentuk hubungan membutuhkan ruang, waktu, dan tempat. Sedang doa sebagai sikap hidup adalah setiap saat, dimanapun, kapanpun,bagaimanapun,dengan siapapun hati terarah pada hubungan kasih dengan Allah. Bentuk hubungan yang makin mendalam lama kelamaan akan membentuk sikap hidup yang mendalam pula.Inilah salah satu kekuatan doa. Orang yang sungguh memiliki kedalam hidup doa, akan terlihat gaya dan sikap atau style hidupnya senantiasa memancarkan gaya hidup Allah. Pertanyaan bagi kita semua, apakah gaya hidupku selama ini sudah sesuai dengan kualitas doaku? Doa yang berkualitas akan senantiasa diwarnai oleh keheningan yang mendalam. Menurut Thomas Aquinas : Salah satu sumber kebahagiaan hidup manusia adalah keheningan. Marilah belajar dari Yesus, agar makin hari, kita makin memperdalam hidup doa bukan hanya saat akan mengalami hal besar dalam hidup, tetapi doa menjadi sebuah sikap hidup, agar kita senantiasa beroleh kebahagian yang sejati.

Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk terarah pada Kristus dan berbuah pada keheningan dan kebahagiaan hidup.

Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk hidup terarah pada Allah.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hening dan menatap kehidupan dengan penuh kasih sebagai sikap hidup.

Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati seperti hati-Mu, agar dimanapun kami berada terus mampu menciptakan keheningan agar sepanjang hidup kami menjadi rangkaian doa yang menyelamatkan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *