SECERCAH HENING “Syukur”

Mat 11: 25-27

“Syukur”

Bertumbuh dlm kepapaan,
Berkembang oleh harapan,
Jalan terbuka oleh iman,
Bahagia bebas dr kegalauan.

Saat ini dengan situasi hidup yg sering gaduh dan penuh hiruk pikuk. Kadangkala banyak orang mudah lelah dan stres justru bukan karena bekerja keras, tetapi kehilangan makna dan motivasi rohani dalam hidup. Ada saat kita perlu memberi waktu untuk tenang dan memaknai hidup harian dengan penuh syukur.
Sebagaimana warisan iman Santo Bonaventura seorang Uskup, Kardinal, teolog Fransiskan (1221-1274) dan doktor Gereja. Ia hidup sejaman dan bersahabat dengan St. Thomas Aquinas. St. Bonaventura mengajarkan bahwa seluruh alam semesta adalah jejak (veatigia) Allah. Keindahan alam, teraturan duniadan kehidupan manusia menjadi tanda kehadiran Allah. Untuk sampai pada pengalaman itu setiap orang dipanggil untuk menemukan makna dan syukur dalam hidupnya.Saya sendiri sering melakukannya di akhir hari dengan jurnaling agar hati makin damai dan penuh syukur.
Jika dilakukan tiap akhir hari. Maka setiap hari kita akan menemukan keajaiban dalam hidup. Tanpa kita sadari kita akan mudah dituntun untuk memaknai setiap hari sebagai karunia luar biasa untuk kita syukuri.
Hal yg sama nampaknya dialami masyarakat pada jaman Yesus hingga berkatalah Yesus:

“Aku bersyukur kepada-Mu,Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya, Bapa itulah yang berkenan kepada-Mu”.

Kesulitan kita memahami kehendak Tuhan diberi trik atau cara oleh Yesus dengan bersyukur dan bersikap rendah hati. Dengan kerendahan hati memungkinkan kita memiliki kepekaan untuk bersyukur dan mudah memberikan diri dipimpin oleh Tuhan. Kerendahan hati dan sikap syukur membuat orang mudah taat, hidup sederhana dan senantiasa rela mengalahkan ego. Dengan demikian hatinya mudah ditembus oleh Roh Kudus untuk dituntun pada jalan yg dikehendaki Tuhan. Untuk mudah dituntun berarti dalam hatinya telah memiliki akses relasi yg dekat dengan Tuhan. Orang yang rendah hati pasti orang yang dekat dengan Tuhan. Kedekatan bukan hanya untuk meminta dalam doa-doa bersama atau pribadi, tetapi untuk terus beryukur atas apapun. Ia memiliki relasi batin dengan gelombang rasa yg sama dengan Allah. Jika sudah dekat dengan Tuhan, maka kita akan hafal cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Untuk itulah kita akan mudah menangkap apa yg dikehendaki Tuhan dan hidup yg berkenan kepada-Nya. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk makin peka memaknai hidup tiap hari dengan damai dan penuh syukur.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin dekat dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar mudah memandang hidup dengan penuh syukur.

Reflecting
Apakah saya telah mensyukuri hidup ini sebagai anugerah Tuhan

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami makin berani menjadi utusan-Mu yang sederhana, rendah hati dan hidup penuh syukur.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Berkah Dalem
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *