Mat 11:28-30
“Menimba Kelegaan”
Datanglah kepadaKu saja,
Kosongkan diri tuk bersahaja,
Sentuh lelah jd berkat,
Hingga kuk makin nikmat.
Hari ini secara fakultatif Gereja memperingati St. Maria Gunung Karmel. Gunung Karmel adalah salah satu gunung di Israel. Pada abad ke-12 terdapat pertapa yang mendirikan kapel di gunung Karmel untuk dipersembahkan kepada Bunda Maria. Pada 1251 Simon Stock mendapat penampakan Bunda Maria yang memberikan kaplet coklat sebagai ajakan untuk tetap setia mengikuti Kristus dalam semangat kesetiaan dan kekudusan. Penampakan Bunda Maria selalu menjadi tanda peneguhan atas peziahan dan pengharapan umat beriman atas kasih Tuhan.Hal ini mengingatkan kita pada kata “Spes Non Confundit” artinya Harapan Tidak Mengecewakan. Merupakan bulla Paus Fransiskus menandai Tahun Yubeliun 2025. Mengapa harapan tidak mengecewakan ? Karena menawarkan kepastian kasih Tuhan. Hal ini nyata dalam Sabda Yesus dalam Injil hari ini :
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.
Kegelisahan dan ketidak-damaian sering kali tercipta karena kita terlalu membebani diri sendiri dengan kepentingan dan keinginan yang terlampau banyak.Kita sulit lagi membedakan kebutuhan dan keinginan.Bahkan ketika datang kepada Yesuspun tetap tidak lega dan tidak damai. Sikap mendengarkan menjadi sesuatu yg sulit, karena budi dan hati kita sering bising dipenuhi oleh aneka keinginan dan obsesi diri. Sementara sikap mendengarkan butuh kerelaan untuk melepas.
Menjadi pribadi yg bisa mendengarkan
butuh latihan dan kerelaan menyediakan diri. Jika kita terus sibuk dengan aneka hal, membuat kita penuh, tak ada ruang kosong lagi. Dalam pengosongan inilah kita memperluas ruang batin untuk Allah bekerja, sekaligus mempersempit ruang ego berkuasa. Maukah kita mempersempit ruang ego kita ?. Supaya kita mampu terbuka terhadap realitas hidup termasuk beban-beban kehidupan.
Setiap orang punya “kuk” atau beban yg harus dipikul dalam kehidupan ini.Namun ditangan Yesus yang seorang tukang kayu, beban atau kuk itu menjadi pas dipundak setiap orang. Sehingga tetap enak untuk dipikul. Maukah kita selalu berada dalam pengaruh Yesus sehingga kuk itu menjadi pas atau cocok untuk kita?. Karena Yesus tidak akan meniadakan kuk pada tiap tiap orang tetapi membuat setiap orang sanggup membawa kuk nya masing masing dengan ringan. Dan itulah yang disebut bebankupun ringan sebagai kesaksian hidup di jalan Tuhan. Semoga “Spes Non Confundit” Harapan tidak mengecewakan tetapi melegakan bisa kita alami dalam peziarahan kita setiap hari dalam memikul kuk kita masing – masing dengan ringan dan damai.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin menemukan keheningan dan kelegaan dalam hidup.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki waktu untuk hening dan mendengarkan Tuhan dalam doa.
Reflecting
Apakah hidupku telah kuhayati sebagai buah dari keheningan dan kesegaran hidup dalam mengimani Tuhan. Atau hidup asal mengalir tanpa makna.
Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan kehadiran-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami boleh menikmati kelegaan dan keheningan karena kehadiran-Mu. Dalam Kristus Tuhan kami. Amin.
Berkah Dalem
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP
