Mat 13: 18-23
“Fides Caritate Formata”
Iman yang menubuh,
Hati yang tertembus suluh
Proses yg terus bertumbuh
Berakar pd kasih yg berlabuh
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar Firman itu dan mengerti. Menurut St. Thomas Aquinas, kata “mengerti” (intelligere) bukan hanya memahami secara intelektual tetapi pengertian yang sejati mencakup: menerima dengan iman, merenungkan, menghayati dalam hidup nyata. Sehingga berbuah pada kebajikan, hidup kudus, kasih pada Allah dan sesama. Maka iman sejati tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menghasilkan karya kasih (Formata fides caritate) Seperti dalam sabda-Nya:
“Benih yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, ada tiga puluh kali lipat”.
Allah menyampaikan sabda-Nya kepada semua, namun tidak semua orang memiliki minat dan ketertarikan yang sama untuk menanggapi Sabda itu. Panggilan untuk hidup dengan kualitas kebaikan dan kebenaran merupakan pengetahuan standar yang di ajarkan oleh semua jenis pendidikan baik keluarga maupun masyarakat, namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mempraktekannya sebagai pola hidup atau habitus. Sabda kebenaran yang kita dengar menjadi nyata dan berbuah dalam perilaku baik dalam hidup kita sangat tergantung dari keterbukaan kita untuk mewujudkannya. Pertumbuhan sabda menjadi hidup juga dipengaruhi oleh tanah hati kita atau tanah subur yaitu sikap terbuka “lembah manah” dibentuk oleh Tuhan melalui didikan keluarga, sekolah, masyarakat dan realitas hidup. Kesuburan jenis tanah juga perlu dipupuk oleh relasi yg intim dengan Tuhan, doa, olah tapa dan pengendalian diri serta refleksi. Sedangkan perbedaan hasil panen menunjukkan beragam tingkat kesempurnaan hidup kristiani, bukan perbedaan nilai manusia. 30 kali lipat: mereka yang setia menjalankan panggilannya.60 kali lipat mereka yang semakin matang dalam penguasaan diri dan berbuah kasih. 100 kali lipat mereka yang mencapai kesempurnaan kasih melalui penyerahan diri pada Allah. Kesuburan rohani bukan terutama soal kemampuan manusia, melainkan hasil kerjasama antara rahmat Allah dan kebebasan manusia yang membuka diri padaNya.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan agar benih kebaikan senantiasa bertumbuh dengan sempurna dalam hati kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata pertumbuhan iman dan sabda dalam hidup.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menumbuhkan setiap kebaikan dalam hidup hingga buahnya bisa dirasakan orang lain
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar menumbuhkan setiap benih sabda agar bertumbuh dan berbuah dalam kebaikan hidup.Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
