Mat 13: 36-43
“Rahmat Menyempurnakan Kodrat”
Memeluk sepi di ujung hari,
Merindu di sudut hati,
Peluh resah dgn damai di hati,
Mencintai dalam sunyi.
Merenungkan tentang pertumbuhan sebuah benih, yang hari hari ini terus kita renungkan. Saya teringat ajaran St. Thomas Aquinas tentang “Gratia non tollit naturam, sed perficit”. Bahwa rahmat Allah menyempurnakan kodrat manusia. Rahmat tidak menghancurkan kodrat, melainkan menyempurnakannya. Karena itu benih baik yaitu manusia yang hidupnya terus-menerus dibentuk oleh rahmat akan menghasilkan buah kasih,iman dan harapan yang menyelematkan.Sebagaimana Yesus dalam bacaan hari ini menjelaskan perumpamaan tentang tantangan Kerajaan Allah :
“Orang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia, ladang ialah dunia.Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah iblis Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat….siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar”.
Sabda ini mau menegaskan bahwa rahmat Allah akan senantiasa dilimpahkan bagi setiap orang yang membuka hati untuk bertumbuh dan hidup seiring kehendak Tuhan. Sedangkan dalam pertumbuhan rahmat itu kejahatan selalu akan mengiringi dan mengintip disaat kita berusaha untuk membangun kebenaran dan kebaikan. Sebenar dan sebaik apapun kita, selalu saja akan dihadapkan pada upaya-upaya yang menyulitkan kita untuk merobohkan bangunan rahmat dan Kebenaran dalam hati kita. Kebenaran yang dimaksud adalah hidup dalam semangat rahmat Tuhan. Pertumbuhan iman, harapan dan kasih akan selalu diruntuhkan oleh kecenderungan setan yang membuat kita ragu dan makin rapuh. Yesus sangat tahu kinerja setan dan manifestasinya. Maka para murid diajak untuk selalu “mendengar” bagi yang bertelinga. Apa yang harus didengar? Yang layak perlu didengar adalah bisikan Tuhan dan kehendak-Nya agar kita dituntun untuk bisa hidup dalam semangat Yesus, yakni melangkah di rel kebenaran dan keselamatan. Semoga telinga yang kita miliki masih jernih hingga bisa membantu kita memperoleh keselamatan dalam hidup setiap hari. Mari kita terus belajar mendengar suara terdalam Tuhan dalam keheningan “inner voice”. Berani berteman dalam hening dan sepi untuk memperjatam hidup kita. Semoga rahmat Allah senantiasa memgiringi hidup kita sehingga kodrat kita yang rapuh di topang dan disempurnakan oleh rahmat Tuhan, sehingga kita boleh hidup bahagia, sejahtera dalam kasihNya.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara Tuhan menyapa kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menanggapi suara Tuhan.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin mendengar suara Tuhan bukan bisikan setan.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar dari setiap kesulitan hidup yang kami hadapi, hingga hidup kami makin mampu mendengar dengan jelas suara Tuhan yang menyelamatkan. Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
