SECERCAH HENING
Rabu, 14 Oktober 2024
Luk 11: 42-46
Correctio Fraterna
Menerangi dari hati,
Mencintai by koreksi diri,
Menyayangi dengan dibenahi,
Hidup baru dari hati yg murni.
Mengasihi tidak selalu berarti membiarkan sesama melakukan hal hal yang tidak benar. Kasih yang sejati mendorong kita untuk berani memberi teguran yang membuat orang yang kita kasih menjadi lebih baik. “Correctio fraterna” adalah koreksi persaudaraan dengan memberikan teguran penuh kasih bagi sesama yang salah agar mengalami pertobatan dan keselamatan. Lima prinsip yang baik dalam memberikan “correctio fraterna”: 1) Teguran merupakan tindakan kasih (caritas) agar sesama meninggalkan kesalahannya dan hidup dalam kebenara.2)Teguran membutuhkan kebijaksanaan(prudentia).3) Perlunya koreksi batin sebelum mengoreksi orang lain agar bisa saling bertumbuh dalam keutamaan. 4)Teguran diarahkan pada pengalaman pertobatan hingga membawa perubahan yang baik. 5) Teguran dilakukan dengan keadilan dan kasih untuk membawa kebaikan komunitas. Hal ini selaras dengan sabda yang menantang dalam Injil hari ini:
“Celakalah kamu hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar sepersepuluhan dari selasih inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.”
Kritikan yang membangun dan didasari semangat kasih persaudaraan sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Agar hidup tidak monoton dalam belenggu dosa. Dan hanya Yesus yg sanggup mengkritik kemunafikan orang Farisi yang dibungkus dengan kesalehan dan berlindung dibalik hukum yang baik, sehingga hukum yang baik sering justru menjadi sarana untuk bertindak tidak adil. Yesus paham betul sisi gelap kehidupan ini, hingga tidak mungkin tinggal diam. Sikap kritis Yesus yang didasari kebenaran dan hati yang mengasihi membuat orang mungkin sekejap kaget dan terluka namun luka untuk berbalik dari dosa, dan membawa oase kehidupan yang baru. Jika tanpa kritikan Yesus, kemunafikan orang Farisi akan dianggap sebuah kebenaran. Semoga dengan Injil hari ini, kita makin peka menyikapi situasi kehidupan ini dengan hati yang jernih dan menerima setiap kritikan sebagai jalan pembalikan, pertobatan dan pembaharuan hidup agar selaras dengan jalan Tuhan. Jangan takut jika dikritik dan dikoreksi orang lain, atas hidup kita yang mungkin kurang kita sadari perlu dibenahi. Mari kita terima dengan sikap yang terbuka dan hati yang damai, karena dari padanya akan membawa pembaharuan hidup yang mematangkan dan makin berkenan di hati Tuhan.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa, pikiran dan hati kita. Agar kita makin peka sisi mana kehidupan kita yg perlu diperbaharui oleh ktitikan Yesus.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin memiliki gaya hidup yg sederhana, adil dan jujur.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin memiliki gaya yg bersahaja.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami jiwa yg terbuka dan telinga hati yg mendengarkan agar kritikan Yesus, menjadi saat pembaharuan jalan hidup menuju kebanaran dan kasih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

