SECERCAH HENING
Selasa, 11 April 2023
Yoh 20:11-18
“Mematangkan Relasi Personal”
Kegelapan tak terubah,
Titian terjal dalam rebah,
Masa lalu yg meresah,
Namun cahayaMu cerah.
Titik batas yg menggugah,
Perjumpaan yg mengubah,
KebangkitanMu usir susah,
Hidup makin indah.
Setiap relasi hubungan antar pribadi yang makin dalam seringkali memiliki panggilan yg khas satu sama lain.
Panggilan khusus atau panggilan sayang bagi seseorang yang kita kasihi biasanya khas hanya berlaku untuknya.Hingga nama yang panjang cukup dipanggil dengan nama sebutan kesayangan. Itu sah sah saja. Nama panggilan itu jika kita sebut akan memiliki daya sentuh yang dahsyat dan bisa mewakili kisah relasi batin yang dalam bagi keduanya. Dan hal itu yang juga dilakukan oleh Yesus terhadap Maria Magdalena. Yesus sangat tahu betapa Maria sangat mengasihiNya hingga penderitaan dan kematianpun tak menyurutkan kasihnya. Ketika ketakutan menguasainya hingga wajah Yesus tak dikenalinya lagi. Disitulah Yesus hadir dengan sapaan yang amat personal, hingga mata hati Maria magdalena terbuka lebar untuk mengalami kehadiranNya yang nyata
dan perutusannya yang makin jelas. Relasi Maria dengan Yesus mengalami proses pertumbuhan yang cepat setelah kebangkitanNya. Dari relasi yang sangat manusiawi berawal dari kedosaan Maria hingga menyaksikan makam kosong dan pembentukan jiwa missioner. Dalam menguduskan dan menyelamatkan setiap orang, Yesus selalu menggunakan relasi manusiawi hingga pada titik tertentu harus diubah ke arah romantisme illahi dan jiwa missioner untuk siap di utus seperti dalam sabda Yesus hari ini:
“Maria !”. Maria berpaling dan berkata kepadaNya “Rabuni !”. Kata Yesus: “Janganlah engkau memegang Aku, … Tetapi pergilah kepada saudara-saudraKu …”
Perjumpaan yang mengubah arah dan visi hidup Maria Magdalena. Semula hanya ingin ke kubur untuk mengurapi jenazah Yesus, atau hanya ingin dekat setelah tertambat hatinya karena diselamatkan di masa lalu. Kini diubah menjadi seorang pelaku Sabda atau pewarta Sabda bagi dunia. Inilah misi kebangkitan yang sejati di mulai. Bagaimana dengan kebangkitanku?. Apakah relasi-relasi sosialku mampu membawaku pada pengalaman perjumpaan dengan Yesus yg mengubahku menjadi pribadi yg matang ? Matang dalam menghayati tiap krisis kehidupanku ? Ataukah sekedar relasi yg membuatku makin terikat dengan belenggu belenggu dosa masa laluku ?. Semoga kebangkitan Kristus mampu mengubah orientasi hidup kita, bukan hanya terkesan dengan dasyatnya makna kebangkitan tetapi mampu membawa kebangkitan hidup bagi diri sendiri dan sesama.
Contemplating
Marilah kita heningkan seluruh diri kita untuk bisa menyelami samodra kasih Allah.
Actuating
Membuat disposisi batin untuk lebih semangat mewujudkan semangat kebangkitan dalam kata dan tindakan.
Reflecting
Apakah relasiku dengan sesama membawaku pada kematangan relasiku dengan Yesus yg membuat hidupku makin berbuah kebaikan ?
Praying
Yesus berilah kami rahmat kebangkitan, melalui hidup harian yang kami jalani dalam penyertaanMu, agar hidup kami layak menjadi tanda kesaksian bagi sesame. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Shalom
Sr. Albertine,OP
