SECERCAH HENING
Senin, 10 April 2023
Mat 28: 8-15
“Masih Adakah Dusta”
Terjebak kubangan dusta,
Tersirap oleh rayuan dosa,
Berpaling dari kuatnya Cinta,
Terpaku dlm jebakan Golgota.
Gelapnya masa lalu yg terusap,
Selembrah kafan terucap,
Selamat jalan sirapan gelap,
Kebenaran sucikan mata sembab.
Jangan takut untuk mencintai, meski untuk itu engkau harus banyak berkurban, namun saat itulah Tuhan tengah menambahkan hatimu untuk matang dalam mengasihi.
Tarikan cinta ini menggerakkan dengan dasyat tak lagi mau terjebak dalam kubangan Golgota. Siratan duka pasti masih ada dilubuk hati para wanita ini. Namun rasa cinta mengubahnya menjadi energi baru menjadi wanita-wanita pewarta yg perkasa. Mereka tak lagi menjadi wanita yg lembek, melo, dan menjadi ambyar berkalang duka. Pernahkah engkau mengalaminya ? Rasa takut, cinta, rindu, gundah dan sukacita sekaligus ? jika pernah mari bayangkan dan rasakan wajah dan rasakan getarannya. Pasti terasa ambyar yg nikmat, tapi juga penuh getaran dan seluruh peredaran darah seakan berhenti atau beredar secara ekstra belum lagi ditambah dengan hentakkan alam dalam rupa gempa bumi . Inilah gambaran nyata tentang kebangkitan begitu heroic yg dialami para murid Yesus seperti dalam Injil hari ini:
” Perempuan-perempuan segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan sukacita yg besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesuspun berjumpa dengan mereka dan berkata “Salam bagimu”.
Kebangkitan nyata terutama saat perjumpaan dengan Yesus mengubah Maria Magdalena dari ketakutan menjadi sukacita. Namun ternyata kedasyatan pengalaman kebangkitan itu tidak mengurangi niat dan ketakutan para imam kepala yang terus ingin memusnahkan kisah Yesus dalam kehidupannya, hingga sedasyat apapun tetap
ada dusta. Itulah gambaran kerasnya dunia . Maka jangan takut untuk bangkit, hadapi tiap masalah sebagai realita yang harus dihadapi bukan didustai. Kebenaran akan membuat kita mampu menghadapi kerasnya kehidupan dengan kekuatan yang tumbuh seiring dengan beratnya tantangan. Maka jangan lagi mencari Yesus di kuburaan , karena Dia telah bangkit. Jangan minta kita di bebaskan dari aneka kesulitan hidup, tetapi mintalah kekuatan agar kita bisa menanggung semua kesulitan dengan hati yang tabah dan penuh sukacita. Jangan kita mau terjebak oleh Golgota dengan terus hidup di masa lalu seperti para imam kepala saat menyikapi berita kebangkitan Yesus, mari kita hadapi realitas dengan tegar. Wabah corona tak terhindarkan, tetap bertahan di rumah saja, usaha seret, penghasilan merosot, pengeluaran membengkak, kejenuhan memuncak, rasa bosan membuncah, depresi mulai nampak. Itulah saat-saat Jumat Agung kita. Mari sekarang kita bangkit dengan melakukan pekerjaan manusiawi yg hilang kita mulai lagi, hidup bersih, berpikir positif, kreatif, produktif, aktif dan santun agar hidup kita terberkati. Karena kebangkitan Kristus ini bukan hanya pewartaan dan pengajaran tetapi pengalaman pribadi kita akan Yesus yg telah mencintai kita sampai tuntas, dan kita tergairahkan dengan cinta yg sama seperti Yohanes yg setia dalam keadaan apapun. Mari bangkit dari dusta untuk cinta.
Contemplating
Dalam hening, raga , rasa, budi, jiwa memandang dan merasakan pengalaman kebangkitan.
Actuating
Membuat disposisi batin untuk belajar bangkit dari kehidupan saat ini.
Reflecting
Belenggu apakah yang masih menghalangi hidupku untuk berlari membuat perubahan yang positif dalam hidup ?
Praying
Yesus berilah aku iman yang kuat dan hati terbuka , agar sanggup ikut ambil bagian dalam semangat kebangkitan agar layak diselamatan dalam karya penebusan ini. Demi Kristus Tuhan kami.
Selamat oktaf Paskah
Alleluia
Sr. Albertine,OP
