SECERCAH HENING
Minggu Paskah
9 April 2023
Yoh 20:1-9
Telewomen
Menghirup indahnya pagi
Jiwa sepi terlewati
Bekas paku di dua sisi,
Sayatan keji di hati ini.
Mahkota duri tak abadi,
Jati diri habis tak bertepi
Mulut terkunci dicambuki
Terlewati di malam suci.
Teriakan eloi eloi….
Mengiris iris hati…
Di sinilah batas diri,
Jadi manusia sejati.
Perjalanan utk mencintai,
Melupakan jati diri,
Mati seluruh tubuh insani
Salib sbg warisan suci.
Perjalanan utk mencintai,
Diam saat dihujat,diludai
Dihina dgn mahkota duri.
Dipandang dgn hina & keji.
Perjalanan utk mencintai,
Memeluk duka jaman ini
Meminum cawan bakti
Merangkul tiap hati.
Episode yang paling menarik ketika merenungkan paskah adalah menyelami sikap para murid, khususnya Maria Magdalena sebagai wanita pertama yg bergegas ke kubur pada pagi-pagi benar meski kita tidak tahu persis jam berapa tetapi ketika disebut hari masih gelap berarti benar benar masih pagi. Seperti dilukiskan dalam Sabda :
“Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur… “
Pergi pagi – pagi benar artinya ada satu gerakan batin yg tak tertahankan untuk menunggu hari terang, untuk segera ke kubur. Situasi saat itu semestinya para murid dalam situasi lock down situasi takut, mencekam,tidak bebas karena baru sehari penyaliban itu terjadi. Namun Maria melompati semua ketidakmungkinan itu.
Wanita pada saat itu, pagi pagi keluar pasti bukan hal yg wajar apalagi ke kubur yg tertutup batu besar. Mau apa ? Namun justru dari sinilah kebangkitan itu dimulai. Apalagi setelah mendekati kubur batu besar terguling, tidak ada Yesus di makam itu, dan Ia berlari menemui Petrus dan Yohanes, dan setelah itu mereka semua berlari ke kubur dan murid yg lain berlari lebih cepat ke kubur dan mendapati kain kapan sudah di tanah. Di sinilah kebangkitan itu terjadi diwartakan sampai hari ini (Telewomen) wanita yg mengabarkan dengan cepat melampaui telegram menyiarkan kebangkitan Tuhan. Bagi Maria Magdalena kebangkitan Kristus dialami bukan hanya ketika masuk kubur , dan tidak ada Yesus, tetapi mulai dari:
1) Keberanian menyibak gelapnya hari.
2) Pagi-pagi bergegas mencari Yesus.
3) Berlari mencari Petrus dan murid lain.
4) Meresonansi murid lain berlari untuk mengalami seperti apa yg dia alami. Pengalaman menggetarkan tentang kebangkitan antara keraguan dan sukacita, antara ketakutan dan cinta. Tanpa Maria Magdalena yg mewarta kemungkinan kebangkitan tak secepat itu terwartakan.
Dan 4 sikap Maria Magdalena menjadi inspirasi menarik bagi kita untuk menghayati semangat kebangkitan dalam hidup kita saat ini. Bahwa kebangkitan Yesus bukan hanya memberi kepastian apa yg akan terjadi setelah kematian, tetapi bagaimana Yesus juga hadir sebagai manusia Cinta yg berupa Tubuh rohani bagi para murid dan kita semua sampai saat ini. Sikap dasar yg perlu dibangun adalah Bergegas mencari Yesus dengan Cinta. Berlari di pagi hari oleh tarikan cinta yakni mengawali apapun dengan perjumpaan bersama Yesus sebagai yg utama. Meresonansi hidup sesama kita, keluarga kita, orang orang dekat kita dengan penuh hasrat, semangat dan cinta yg besar pada Tuhan. Petrus dan Yohanes tidak akan berlari jika Maria tidak lebih dahulu berlari-lari. Inner fire Maria yg penuh hasrat untuk berjumpa Tuhan membawa dampak positif yg sama bagi Petrus dan murid yg lain, dan di sini Kebangkitan itu terjadi.
Mari kita bangkit, dengan hidup bergegas dan berlari untuk kebaikan
menerangii masa pagebluk dunia akibat pandemi ini dengan penuh iman, hasrat dan cinta. Menepis rasa takut dan khawatir dengan membangkitkan hasrat untuk hidup dan menghidupkan cinta dan kebaikan bagi orang lain.
Contemplating
Mari kita kenali, rasakan getaran cinta Yesus yg turut hadir membangkitkan kita.
Actuating
Mari belajar bertolak lebih dalam mengenali gerak batin kita, untuk mau berlari dengan penuh hasrat seperti Maria Magdalena.
Reflecting
Sanggupkah mengubur masa lalu yg membelenggu dan bangkit menjadi manusia yg penuh hasrat mencapai tangga kekudusan ?.
Praying
Yesus manusia Cinta. Engkau telah menumbuhka tarikan cinta yg dasyat dalam diri Maria Magdalena dan para murid yg Engkau kasihi. Tariklah aku dengan getaran kebangkitan yg sama. Agar akupun layak menjadi pewarta kebangkitanMu ditengah dunia yg penuh gejolak ini dengan hidup penuh hasrat dan cinta. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Selamat Paskah
Alleluia
Sr. Albertine.OP
