SECERCAH HENING
Kamis, 16 Mei 2024
Yoh 17 : 20-26
Menyatu dalam rasa,
Terpaut dalam Cinta,
Terpagut dalam karsa,
Memenuhi kehendak tanpa jasa.
Terendus jiwa yg sama,
Memaknai tiap peristiwa,
Mengayuh hidup bersamaNya,
Menjadi pewarta krn Cinta.
Kadangkala kita terhanyut tanpa sapa, berselimut vibrasi tanpa rencana. Dan ikut hanyut mengabiskan waktu tanpa makna.
Hingga vibran kehidupan yg meneduhkan, melahirkan optimisme hidup dan pengharapan seringkali kekuatannya menipis oleh gerakan yg tanpa sadar kita tebarkan juga lewat kata, tindakan, kecemasan, keraguan dan gaya hidup kita.
Hal ini berseberangan dengan kekuatan doa yang dilakukan Yesus pada jamannya. Doa Yesus yg ditebarkan dalam perikop ini menggambarkan visinya yang kuat untuk sebuah kesatuan-kematangan dan integritas, buahnya agar kita orang-orang yang percaya kepadaNya memiliki identitas yang satu dan sama dengan Yesus. Dengan identitas yang satu dengan Yesus, memungkinkan memiliki karakter yang sama dengan Tuhan. Seperti terungkap dalam sabda Tuhan hari ini :
“Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu, … Engkau memberikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”.
Kesatuan yang diinginkan Yesus merupakan satu sikap belarasa Allah terhadap kita. Maka doa juga memungkinkan kita bisa terluka karena belarasa Allah yang sama menyentuh kita hingga kitapun bisa merasakan kepahitan, kesesakan dengan orang-orang menderita yang ditunjukkan Allah dari ketajaman nurani yang kita dapatkan dari kedalaman doa. Semoga doa Yesus dalam sabdaNya hari ini mengundang respek yang sama dari kita untuk menyatukan diri dengan Yesus, agar kita bisa mewarnai kehidupan dunia di sekitar kita, sama dengan cara Yesus menyikapi. Karena Yesus kita persilahkan diam dalam kita dan kita ada dalam reksa jangkauan vibrasi iman dan kasih dengan Yesus.
Jangan ragu untuk membiarkan diri
digerakkan oleh kasih Allah, melakukan upaya upaya terbaik dalam hidup, untuk keluar dari zona kenyamanan yg membungkus kita hidup menurut keinginan kita sendiri menuju hidup yg di kehendaki Tuhan.
Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan untuk merasakan pengalaman perjumpaan dengan Allah.
Actuating
Membiasakan diri agar mampu mendasarkan hidup dalam doa.
Reflecting
Belajar memaknai realitas hidup hari ini dengan kasih dan syukur.
Praying
Yesus Tuhan, ajarilah kami makin bertekun dalam doa, hingga hidup kami merupakan rangkaian komunikasi yang menyatukan sesama melalui karya dan bakti kami kepada sesama. Demi Kristus Tuhan kami, amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
