Jumat, 19 Juni 2025
Mat 6: 19-23
“Mata :Jendela Hati”
Menelusup lembut di lorong kalbu,
Gelap menangkap realitas baru,
Ada dr ketiadaaan yg tertunda lalu.
Memandang segalanya dgn haru.
Senja jernihkaan mata sayu,
Belajar memandang kehendakMu,
Memvibrasi cahaya terang baru,
Memandang Dia di fajar baru.
Kejernihan mata memandang, akan mempengaruhi makna dari sebuah realitas. Dan kejernihan mata lahir dari kedalaman batin yang memantul dan meresonansi dalam bentuk penilaian atas pandangan yang ditangkap dan bisa mempengaruhi pola sikap dan tindakan seseorang. Dan betapa pentingnya peran mata karena mampu mempresentasikan keadaan batin seseorang. Maka Yesuspun juga memberikan ajaran dalam Injil hari ini tentang mata demikian:
“Mata adalah pelita tubuh, jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu”.
Mata adalah pelita tubuh, yang artinya tubuh kita yg dicipta sebagai secitra dengan Allah adalah kudus karena Allah jati diriNya kudus. Maka kalau mata berperan sebagai pelita, dipastikan pelita yang diharapkan memantulkan kekudusan dan Kebenaran. Tetapi yang dilihat mata kita mungkin lebih banyak kegelapan, dibanding kekuatan kekudusan dan Kebenaran. Misalnya banyaknya kekerasan, kejahatan, kemunafikan, kecurigaan, ketidak jujuran, ketidaksetiaan, penipuan, dan aneka manipulasi lewat kecanggihan media. Mata kita perlu dilatih agar memancarkan energi dari kedalaman batin yang bisa menjadi filter agar mata bisa memilih nilai positif, hikmat dan Kebenaran. Agar mata kita layak menjadi pelita utk tubuh perlu terlebih dahulu tubuh dikuduskan dengan diberi nutrisi rohani yang cukup yakni: Firman Allah yang dijadikan santapan, sakramen yang menguatkan, keheningan yang meneduhkan, kebiasaan refleksi yang memurnikan, hubungan intim dengan Allah yang menguatkan dan semangat rekonsiliasi yang menjernihkan. Jika tubuh dan batin kita tiap kali disuplai energi rohani di atas, niscaya mata kita akan mampu merespon setiap realitas dengan jernih, positif dan terang benderang. Apapun yang dilihat mampu memancarkan hidup yang makin terang, mampu menangkap setiap kenyataan dengan positif seturut pandangan Allah sendiri. Sebaliknya jika batin kita gelap kurang asupan gizi rohani, maka mata kita akan mudah menangkap hal-hal yang gelap. Jika yang kita lihat buruk secara simultan akan membawa pada pikiran yang buruk atau pola sikap yang sejenis. Namun jika hidup batin kita jernih, mata kita akan menangkap dengan terang dan budi kita jernih pula untuk memantulkan sikap dan tindakan yang baik. Semoga dengan tuntunan sabda hari ini kita makin tergerak untuk menguduskan tubuh kita dengan hal-hal yang baik dan benar, agar mata kitapun mampu memandang searah dengan pandangan Tuhan supaya hidup kita tidak hanya terang tetapi mampu menerangi sesama.
Mari mantapkan hati, jangan silaukan mata kita dengan cara pandang yg keruh, sebaliknya mari kita biasakan melihat dengan cara pandang rahmat Allah, agar hidup kita makin terang benderang. Sehingga manakala hidup yg kita lalui gelap kita masih sanggup melaluinya dengan cahaya yg kita miliki. Doa berkat Dominikan menjadi salah satu doa yg menuntun kita menguduskan panca indera kita agar membawa kita ke keselamatan.
Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin tertarik untuk mengusahakan kekudusan.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu memberi gisi rohani bagi tubuh dan pelita hidupku.
Praying
Doa Berkat Dominikan.
Semoga Allah Bapa memberkati kita. Semoga Allah Putera menyembuhkan kita. Semoga Allah Roh Kudus menerangi kita. Dan memberi kepada kita mata untuk meliha. Telinga untuk mendengar. Tangan untuk melaksanakan karya Allah. Kaki untuk berjalan dan mulut untuk mewartakan Sabda keselamatan. Semoga malaikat perdamaian menjaga kita. Dan akhirnya berkat rahmat Tuhan. Membawa kita ke KerajaanNya. Amin.
Berkah Dalem
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP

