GELAR BUDAYA SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA

“RORO JONGRANG MENDOBRAK MALAM”

Gelar Budaya bagi SMP Joannes Bosco merupakan event yang diselenggarakan setiap tahun dan kegiatan ini selalu dinanti-nantikan oleh para siswa. Kepala Sekolah SMP Joannes Bosco Bapak Fransiskus Haryo Tri Aji, S.Pd  yang memulai sambutannya dengan salam kebanggan sekolah dominikan “Salam Veritas” memberi semangat untuk mengawali Gelar Budaya sebagai satu rangkaian ulang tahun sekolah. Gelar budaya tahun 2026 ini dengan judul “Roro Jongrang Mendobrak Malam” diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta mengajarkan nilai-nilai kerjasama, disiplin, keberanian dan kebenaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa SMP Joannes Bosco dengan perannya masing-masing. Gedung Taman Budaya dipenuhi oleh penonton karena dihadiri juga  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kota Yogyakarta  Bapak Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si., Pengawas Pembina Satuan Pendidikan Bapak Drs. Marsono, M.M , Bapak Ibu Kepala Sekolah SD rekan, Para Suster BPYSD, Orang Tua siswa.

Gelar Budaya ini disambut baik oleh Bapak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta melalui sambutannya, yang memberikan apresiasi atas pendidikan karakter yang diberikan oleh sekolah Joannes Bosco. Bapak Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si. menyampaikan mengenai 5 pendidikan karakter yang diterapkan disekolah yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas yang membentuk peserta didik menjadi pribadi bermoral, berakhlak mulia, toleran, dan tangguh, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sr Leonyta OP juga menyampaikan dalam sambutannya menegani “Roro Jongrang Mendobrak Malam “ bukan sekedar legenda tetapi mencerminkan nilai keberanian dalam menghadapi tekanan, keberanian mengambil sikap, kejujuran dalam bersikap dan kerja keras dalam memperjuangkan pilihan. Nilai – nilai inilah yang juga sedang dipelajari dan perjuangkan para siswa kelas 7,8 dan 9 yang penuh dinamika dan tantangan. Sr Leonyta OP juga memberikan pesan bahwa menjadi remaja saat ini tidak mudah, tekanan, pergaulan, tuntutan akademik , pencarian jatidiri tetapi melalui pagelaran ini para siswa tidak hanya tampil di atas panggung tetapi juga belajar sesuatu yang lebih besar dan melalui pertunjukan ini para siswa pernah menulis kisah bersama.

Gelar Budaya yang dimulai dengan tarian kolosal Roro Jongrang dan Bandung Bondowoso ditampilkan oleh Para siswa kelas 7 dan 8, panggung dipenuhi dengan tarian mereka dan tepuk gemuruh apresiasi para penonton. Anak -anak menampilkan tarian yang luar biasa dengan keseragaman dan kekompakan setiap gerakan  dan penuh energik sukacita sukacita. Melalui tarian kolosal ini mencerminkan apa yang telah dipelajari dan dihidupi oleh para siswa di bangku sekolah formal maupun pembinaan karakter. Para siswa tampil dengan percaya diri membawakan setiap gerakan tarian dan bangga akan kebudayaan jawa yang sebagai kekayaan bangsa.

Tarian Kolosal menjadi penghantar untuk memasuki inti gelar budaya yaitu seni ketoprak “Roro Jongrang Mendobrak Malam” yang diperankan oleh para siswa kelas 9.  Ketoprak disajikan dengan sangat menarik dan hidup karena penghayatan masing-masing peran. Ketoprak semakin hidup dengan semaraknya tabuhan gamelan pengrawit yang tak lain juga para siswa SMP.

Harapannya Gelar Budaya ini tidak hanya menampilkan kesenian di atas panggung tetapi juga dapat membagikan nilai-nilai hidup dalam hidup sehari-hari baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *