SECERCAH HENING
Jumat, 13 Januari 2023
Mrk 2: 1-12
“Get up”
Hening disudut lelahmu,
Peluk tiap inci sakitmu,
Ada dlm serah dirimu,
Senja akan menghiburmu
Tilam adalah hadiahmu,
Rasa pilu jadi haru,
Satu hati mengangkatmu
Jadi sayap malaikatmu.
Merenda tiang kasih,
Atap genting jd tali asih
Tangan2 rapuh jadi silih
Menjupaimu Sang Kasih
Setiap orang pernah mengalami kelumpuhan dalam hidup, namun sedikit orang yg sanggup melampauinya dengan kerelaan untuk bangkit.
Lumpuh tidak berarti hanya kelumpuhan fisik tidak bisa bergerak dan berjalan tetapi juga suatu keadaan dimana seseorang tidak memiliki daya lagi untuk menjalani hidup secara normal. Kelumpuhan itu bisa disebabkan oleh penyakit fisik,psikis maupun rohani dan mental. Kelumpuhan fisik juga bisa membawa kelumpuhan rohani dan mental. Pada titik tertentu orang juga tidak bisa lagi menolong dirinya sendiri, untuk bertemu Tuhan maupun untuk bangkit dan sembuh. Maka sangat butuh orang lain untuk menolongnya. Demikian juga kisah orang lumpuh yg dikisahkan dalam Injil hari ini :
Sementara Yesus memberitakan firman kepada mereka,ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh digotong oleh 4 orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya karena orang banyak, lalu mereka membuka atap untuk menurunkan orang lumpuh itu. Ketika Yesus melihat iman mereka berkatalah Ia kepada orang lumpuh:”Hai anak-Ku dosamu telah diampuni….kepadamu kukatakan, bangunlah,angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”.
Kelumpuhan yg dialami orang lumpuh itu, menimbulkan dirinya sulit berjumpa dengan Yesus dan sesama, ia mengalami mental blok. Maka Yesus menawarkan pengampunan sebagai satu satunya jalan sebelum kesembuhkan didapatkannya. Pengampunan dosa memungkinkan jiwanya putih dan sanggup mengurai tali yg kusut dalam relasi dengan Allah, diri sendiri dan sesama untuk kemudian bangkit. Pengalaman bangkit menjadi titik penting bagi seseorang yg lumpuh. Yang akan menentukan perjalanan hidup selanjutnya. Bagi si lumpuh tanda kesembuhannya adalah “bangkit” atau “get up”. Yang menentukan kesembuhan bukan besar kecilnya kelumpuhan. Tetapi seberapa ia mau bangkit mengikuti didikan Tuhan. Semoga pengalaman si lumpuh memberi inspirasi kita manakala menghadapi situasi batas dalam hidup kita, masih ada jalan terbuka
Dan berani untuk bangkit karena Tuhan turut bekerja dalam setiap hati yg sanggup mendambakanNya. Biarkan kelumpuhan kita disentuh dengan jari jemari Tuhan yg kuat.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri untuk menyelami kasih Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin tenang dan berani bangkit menghadapi aneka kelumpuhan dalam hidup .
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin gigih mendekati Tuhan dan memiliki kekuatan untuk bangkit dari kelumpuhan hidup.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin tenang dan matang dalam menyikapi setiap kelumpuhan hidup, dan ajarilah kami tetap rendah hati dan rela bangkit untuk menimba rahmat dibawahh kaki-Mu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
