Hidup Melampaui Harapan

SECERCAH HENING
Rabu, 16 November 2022

Luk 19: 11-28

Hidup melampaui harapan

Tertatih di lorong bahagia,
Meronta di anjang sukacita,
Berhenti manakala semua ada,
Hampa di lorong senja.

Hampir sebagian besar orang tua menganggap sukses anak dimasa depan adalah anak yg pandai, hebat dengan segudang bakat atau talenta istimewa yg membawanya pada kemudahan, kesuksesan dan kebahagiaan. Maka sejak balita, anak mulai dikondisikan dengan aneka les dan pengembangan akademik, motorik, seni, olah raga, dll agar talenta dan bakat anak berkembang dengan sempurna. Dan jika anak berhasil dapat predikat tertentu rasanya segalanya telah tercapai. Namun jika anak tidak menonjol bakatnya orang tua mulai gelisah, bahkan minder karena tak ada yg bisa dikisahkan atau di upload ke media tentang anaknya. Kita kadang lupa bahwa setiap orang diciptakan selaras dengan Citra Allah, memiliki potensi dan talenta yg akan berkembang bersama rahmat yg mengiringinya. Dan hal itu tidak hanya melulu bidang akademik, seni dan olah raga, tetapi olah rasa, olah hati dan olah rahmat. Orang yg lemah akademik bisa jadi ia memiliki talenta lebih untuk olah rasa dan olah hati yg dibuktikan dalam pertumbuhannya yg makin care, adil dan penuh kasih yg terlihat dalam integritas pribadinya. Yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap orang sadar akan anugerah yg dimiliki dan dikembangkan serta dibaktikan untuk pertumbuhan iman yg membawa inspirasi kebaikan bagi orang lain. Seperti dalam Injil hari ini:

“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yg mempunyai, kepadanya akan diberi tetapi siapa yg tidak mempunyai,dari padanya akan diambil, juga apa yg ada padanya.”

Kata mempunyai dalam sabda ini tidak hanya soal to have atau to get tetapi bagaimana ia memberi to give hingga pertumbuhan talentanya bisa melampaui yg diharapkannya sebelumnya. Apa yg kita punya dalam hidup akan ditambahkan secara melimpah oleh Tuhan jika hidup makin diisi dengan rangkaian sikap mau memberi , memberi bukan soal materi tetapi: waktu, perhatian, cinta, pengabdian, dedikasi, kesetiaan, dukungan positif dan inspiratif. Jika demikian maka hidupnya dengan sendirinya akan berkelimpahan melampaui yg layak bisa diharapkannya. Sebaliknya jika potensi yg kita miliki hanya di kembangkan untuk kepentingan, kepuasan dan ambisi pribadi maka rahmatnnya akan mandek dan diambil apa yg seharusnya bisa berkembang seiring rahmat yg ada. Dari sejarah hidup kita memang berkembang oleh aneka kebaikan yg kita terima dari orang tua dan orang-orang terdekat kita, namun kita menjadi bahagia manakala kita bisa memberi.
Maka marilah kita mempersembahkan apa yg kita miliki untuk perkembangan sesama, diri sendiri, dan Tuhan, hingga hidup makin berkelimpahan melampaui harapan karena rahmat Tuhan bekerja seiring pemberian diri kita .
Janganlah ragu untuk memberikan diri dengan total, sesederhana apapun yg bisa kita buat untuk kebaikan. Niscaya Tuhan akan menambahkan dengan rahmatNya yg melimpah.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin mengembangkan kemampuan yg dengan sikap yg makin peduli dan berbelas kasih.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pertumbuhan hidup yg telah melampaui harapan ataukah kita hidup minimalis hingga apa yg ada pada kita tidak diambil.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar mampu memberikan diri bagi Tuhan dan sesama dengan tulus iklas dan gembira hati. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *