SECERCAH HENING
Luk 8: 1-3
“Jalan pembalikan”
Mendekat lekat pada rahmat,
Terbius oleh tatapan yg lekat,
Menarik dari relung tanpa sekat,
Siluet menembus hidup yg pekat.
Hati trus menepi di ujung hari,
Menarik diri tuk berpeluk sepi,
Bersahaja cara tuk makin mencintai,
Keindahan terpantul dari hati yg suci.
Pernahkah kita mengalami sebuah perjumpaan yg mengubah? Saya senang melihat dan merefleksikan gaya hidup presiden kita yg sekarang. Dari gaya berpakaian jauh dari tampilan yg gemerlap, cukuplah baju putih dengan lengan yg dilipat dan sepatu yg simple, dan para menterinya pun kena imbas vibrannya yg terubah secara total karena perjumpaan dan pergaulan dengan Jokowi. Hingga ibu negara pun memberi aura kesederhanaan yg kuat dalam pengaruh perjumpaan dengan para isteri kabinet.Kalangan high class sekarang menjadi hal yg biasa tampil dalam kesedehanaan. Meski di sisi lain dunia menawarkan aneka kenyamanan dan kemewahan yg bisa didapat dengan mudah bagi kalangan pejabat. Namun pengaruh perjumpaan itulah mengubahnya sebagai saat on going formation gaya hidup sederhana sebagai ‘gerak turun’ atau pembalikan gaya hidup. Hingga RI no 1 ini makin mudah hadir dan menyapa rakyat kecil dari pulau ke pulau dari kota ke kota dari kampung ke kampung untuk menawarkan gaya hidup dan semangat pelayanan yg tak berbelit sebagai yg melayani bukan minta dilayani. Gambaran itu kurang lebih seirama dengan pesan Injil hari ini.
“Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama sama dengan Dia, dan juga beberapa perempuan yaitu Maria Magdalena,Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain”.
Yang menarik dari perikop ini adalah para perempuan yg mengikuti Yesus adalah bukan sembarang perempuan.
Yohana dan Susana adalah isteri pejabat yg hidupnya pasti penuh kelimpahan dan kegemerlapan hidup, sedang Maria Magdalena juga memiliki gaya hidup yg penuh dengan pergulatan nafsu duniawi yg gemerlap pula. Setelah berjumpa dengan Yesus warna hidupnya menjadi berbalik arah 180 derajad. Semua berubah dan berbalik arah karena gaya hidup Yesus yg diikuti bertolak belakang dengan gaya hidup kegemerlapan mereka sebelumnya. Pembalikan arah hidup yg terjadi bukan soal gaya sosialitasnya tetapi menyangkut ranah hidup batin dan komitmen yg mengubahnya dari dalam. Hingga rela melepas segala kenyamanan demi mengikuti Yesus. Apakah perjumpaan dan pengenalan kita dengan Yesus, juga sudah membentuk dan mengubah gaya hidup kita ? Apakah perjumpaan sesama dengan kita juga sudah mampu memberi vibran positif pengaruh atau perubahan gaya hidup yg makin selaras dengan gaya hidup Yesus? Atau malah makin bergaya yg sekedar mengikuti tren kekinian tanpa makna? Ataukah malah mati gaya tanpa smangat?.
Jangan gelisahkan hatimu dengan aneka hal, masuklah lebih dalam ke relung hatimu, niscaya engkau akan makin menepi untuk hidup makin sederhana dengan asupan hati yg makin damai untuk sigap menanggapi setiap realitas dengan hati yg terbuka dan bersukacita.
Contemplating
Marilah kita masuk dalam keheningan batin, rasakan dan resapi Yesus yg menjamah setiap sisi kehidupan kita.
Actuating
Perubahan pola hidup macam apa yg ingin kita lakukan sebagai bentuk perubahan gaya hidup setelah mengenal Yesus.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin matang bergaya hidup pengikut Yesus.
Praying
Tuhan Yesus berilah kami kasih terdalam agar berani hidup dalam semangat kasih dan pengampunan,hingga bersama semua orang kami dapat membangun gaya hidup baru seturut dengan semangat–Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
