Jangan Gelisah Hatimu

SECERCA HENING
Selasa, 9 Mei 2023

Yoh 14 : 27-31a

“Jangan Gelisah Hatimu”

Menyusuri lorong sepi,
Gelap bertatap dosa di hati,
Mengiris pedih di sudut insani,
Merindu damai, usir gelisah diri.

Menepi di ujung hari,
Hingga senja menarik diri,
Rindu meneguk damai dihati,
Menyelam di rahim ilahi.

Disadari atau tidak hal yg paling menggerogoti kebahagiaan manusia, sejatinya bukan karena ketiadaan harta, ketiadaan pekerjaan, ketiadaan jabatan, ketiadaan pasangan hidup, ketiadaan sahabat, ketiadaan masa depan yg pasti, tetapi kegelisahan . Kegelisahan ibarat penyakit kanker yg bisa menggerogoti pikiran, perasaan, hati bahkan sebuah keputusan bisa sangat fatal jika diputuskan dalam situasi yg gelisah. Akar kegelisaan bisa jadi berasal dari hati dan jiwa yg tidak damai, hati dan jiwa yg tidak damai, bisa disebabkan oleh kekosongan atau kehampaan yg dituai dari simpul – simpul dosa atau keadaan “desolasi”. Yesus sangat paham keadaan hati para murid, sebelum Dia meninggalkannya salah satu harta warisan agar para murid bahagia, terlukis dengan jelas dalam Injil hari ini: Terutama
dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku kuberikan kepadamu, dan apa yg kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu… “.

Damai atau situasi tidak gelisah yg ditawarkan Yesus pasti konteksnya berbeda dengan damai yg kita harapkan pada jaman ini. Yesus mengharapkan para murid menjadi damai dan tidak gelisah hatinya ketika hidupnya dipenuhi oleh penyertaan Yesus dalam kehidupan. Sehingga meski Yesus akan berpisah karena akan naik ke surga, para murid dijanjikan damai hidupnya karena Yesus akan mengirim penghibur yaitu Roh Kudus. Namun apakah akar damai di hati dan tidak gelisah yg kita alami sama dengan Yesus harapkan? Kadang berbeda, manusia jaman ini mungkin bisa jadi gelisahnya setengah mati ketika smartphonenya hilang. Atau tidak ada jaringan, atau data internet habis, atau pulsa data untuk koneksitas dengan dunia luar limit. Sementara Yesus menjanjikan damai yg lebih dalam yakni hidup mengalami kepenuhan didalam Dia. Sehingga situasi apapun yg mungkin akan bisa mengguncang jiwanya, namun hati yg telah dipenuhi oleh relasi batin yg kuat dengan Yesus tidak akan mudah gelisah. Kedamaian dan kegelisahannya tidak lagi ditentukan oleh ada atau tidaknya sesuatu di luar dirinya. Tetapi ditentukan oleh sesuatu yg lebih dalam dan imanen yakni penyertaan dan kepenuhan rahmat Tuhan dalam hidup. Semoga keyakinan akan Yesus yg mencintai dan menyertai perjalanan hidup kita, membuat hidup kita makin damai dan tidak mudah gelisah oleh apapun yg bisa mengguncang dunia sekalipun, seperti saat ini dimana wabah tak kunjung usai. Mari kita meletakkan kedamaian hidup didalam jalan yg Yesus tunjukkan kepada kita, yakni mempercayakn diri kepada-Nya. Hingga kedamaian yg kita timba dari-Nya membuat kita sanggup beradaptasi dengan keadaan sesulit apapun, dengan sikap yg tabah, tidak mengeluh dan meronta tetapi memiliki kesabaran dan daya utk berjuang dengan gigih. Kedamaian yg kita timba dari-Nya memberi energi dari dalam untuk kuat bekerja keras dengan gembira, hingga memiliki imun tubuh yg baik dan tetap sehat, bekerja dengan penuh berkat apapun pekerjaan kita.Mari kita isi hari-hari hidup kita di tengah pandemi ini dengan penuh damai,kurangi mengeluh dan mari bekerja dengan gembira agar menjadi obat bagi tubuh dan jiwa kita. Jangan gelisah hati, percayakan kegalauanmu hanya pada Allah. Dia ada untuk memimpin hatimu menuju setiap kebaikan. Dan mengiringi serta mendahului setiap langkah pertamamu dalam hidup.

Contemplating
Marilah kita heningkan seluruh indera kita, kita damaikan dengan situasi yg ada agar kita boleh berenang lebih dalam pada kasih Allah.

Actuating
Mari mempertajam suara batin kita untuk makin mendengarkan suara Allah membawa kita mengalami damai.

Reflecting
Mari kita maknai tiap kisah yg terjadi hari ini dalam penyertaan dengan Tuhan.

Praying
Yesus, Engkaulah andalanku. Ajari aku terus percaya dan meletakkan kedamaian dan kebahagiaan hidup kami di dalam kuasa-Mu karena Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *