SECERCAH HENING
Selasa, 18 April 2023
Yoh 3 : 7-15
“Misteri Iman”
Saat memanggil rindu,
Kala tak ada waktu tuk berseru,
Wajah kian membiru,
Kembalilah pada Sang waktu.
Tapaki titian dlm wajah baru,
Derita tinggikan martabatku,
Kupeluk rindu tiap waktu,
AdaMu agar jiwaku menyatu.
Adakalanya hidup ini banyak kesulitan, dan kesedihan yg berantai, namun janganlah hilang pengharapanmu, karena setiap tetesan air matamu, Tuhan tengah menyiapkan air segar bagi jiwamu dalam hidup kekal, manakala kita hidup seturut kehendakNya.
Maka setelah secara intens Yesus memberikan pendidikan iman kepada para murid, agar makin percaya akan kebangkitan, terutama agar mereka makin memaknai hidup dalam kebersamaan dengan Yesus, kini saatnya para murid ditarik masuk pada misteri iman yang lebih dalam yaitu jalan hidup kekal.
“…seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya beroleh hidup kekal”.
Hasil pendidikan Yesus bukan hanya soal sukses, bahagia, damai sejatera saat ini, tetapi menembus keabadian menyangkut (the salvation of soul) inilah pendidikan tingkat tinggi. Maka tahap-tahap Yesus mengajarkan kepada para murid tidaklah mudah, membutuhkan proses yang sangat lembut. Yesus belum akan menyiapkan tentang proses pengajaran hidup kekal, manakala para murid masih bertengkar soal kuasa, harta, posisi, kekecewaan, kehilangan, kepahitan atau keputusasaan atas kematianNya, seperti pada kedua murid dijalan ke Emaus. Yesus mengajarkan jalan hidup kekal manakala Nikodemus sudah siap dengan keterbukaan dan kerelaannya mencari Yesus, bahkan rindu untuk bertemu Yesus. Dari situlah peluang bagi Yesus untuk mengajarkan hal yang paling esensial tentang MisiNya ke dunia yakni untuk membawa semua orang ditarik menuju Bapa. Apakah pengalaman Paskah juga mendorongku untuk seperti Nikodemus? Merindukan dan ingin mengenal Yesus lebih dalam?.
Mari jangan khawatir untuk terus mempercayakan hidup pada Yesus, rela memanggil rindu untuk senantiasa dekat denganNya dalam keadaan apapun.
Contemplating
Marilah kita memasuki alam keheningan, mengatur nafas rasakan anugerah Tuhan dalam setiap tarikan nafas sebagai harta kehidupan terdalam yg mengarahkanku mencecap sapaan-Nya.
Actuating
Kecenderungan apa yang perlu kuubah agar penguasaan akal budi, hati, rasa mampu memahami, meyakini dan merindukan Tuhan.
Reflecting
Apakah gaya hidupku, lebih banyak dituntun oleh dorongan nafsu ego? Ataukah telah membiarkan dibimbing oleh Roh Tuhan mengalami sapaanya yg lembut lembut lewat sabda dan realitas.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati seperti hatiMu, agar mampu bersikap rendah hati seperti Nikodemus, digerakkan oleh bimbingan Roh senantiasa mencari dan merindukan Kristus sumber dan jalan keselamatan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
