New Wine

Luk 5: 33-39

Merobek hati yg menganga,
Mendamba sembuh dr besutan luka,
Menjadi baru dari riasan duka,
Jadi pribadi matang dan bersahaja.

Menukik lamban oleh dosa,
Berseteru dgn perubahan yg ada.
Hal baru jd rahmat dunia,
Bertumbuh erat bersama Dia.

….tak ada sesuatu yg abadi dalam kehidupan ini, kecuali perubahan itu sendiri. Dan sebuah perubahan baru akan menjadi bermakna jika di dukung oleh atmosfire keterbukaan dan kesediaan untuk berubah. Namun jika sesuatu yg baru itu ditanggapi dengan suasana dan sikap yg resisten bisa jadi malah yg baru akan merusak semuannya. Hal ini senada dengan sabda hari ini:

“Tak seorangpun mengisikan anggur yg baru ke dalam kantong kulit yg tua, karena jika demikian, anggur yg baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun akan hancur”.

Pada jaman Yesus, kantong anggur tua terbuat dari kulit kambing atau domba jika anggur disimpan cukup lama akan menghasilkan anggur yg enak sekaligus mengerak di dinding kantong sebagai hasil fermentasi. Namun jika kantong yg tua itu dimasuki anggur baru, maka kantong yg sudah usang dan mengerak itu, akan robek karena tekanan fermentasi yg dimulai lagi dari awal. Perumpamaan itu jelas mau menegaskan bahwa anggur baru artinya berkat, karunia baru, hidup baru, kebiasaan baru, atau anugerah illahi yg diberikan kepada
kita dari Tuhan. Anugerah anggur baru itu butuh kantong iman, keterbukaan kasih, kebiasaan kudus, pola hidup yg dipimpin Roh, supaya anggur itu berguna dan tidak mengoyakkan wadah yaitu tubuh atau diri kita. Anggur baru yg merupakan sesuatu yg ilahi yg dianugerahkan kepada kita menjadi sia- sia dan merobek kehidupan, manakala tidak disiapkan diri atau wadah yg sanggup menerima anugerah dengan hidup yg layak dihadapan Tuhan. Marilah kita sambut anggur baru Allah dengan wadah yang bersih dari dosa dan kuat dalam perbuatan kasih, serta keterbukaan hati menerima dan bekerjasama dengan keberadaan anggur yg baru lewat kebiasaan atau pola hidup yg terus diperbaharui. Marilah kita jadikan tubuh, jiwa dan hati kita menjadi kantong yg siap diperbaharui lewat anggur baru Allah. Hingga hidup kita layak terus menerus berfermentasi menjadi anggur yg memberi rasa enak bagi kehidupan ini, sekaligus siap menjadi kantong yg tidak mudah robek karena dikuatkan oleh tenunan kasih dan hubungan yg kuat dengan tali hati bersama Allah. Jangan ragu menerima setiap anugerah Allah yg kadang tidak mudah kita kenali sebagai anggur baru, meski untuk itu kita harus merangkul aneka duka, kesedihan, penderitaan namun dengan sikap batin yg terbuka pada Allah. Kita akan mudah dituntun menjadi pribadi yg up date terhadap rahmat.

Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup sebagai anggur baru yg memberi rasa bagi kehidupan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati memandang realitas secara baru.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang mencintai, agar hidup kami semakin berkenan di hatimu dan layak mebjadi kantong yg kuat dan lembut bagi matangnya anggur baru Allah. Hingga hidup kami makin matang yg layak memberi rasa yg menyegarkan bagi kehidupan ini.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *