SECERCAH HENING “Berjaga jagalah”

Mat 24: 42-51

“Berjaga jagalah”

Bahagia diujung waktuku,
Lelah terhapus saat tersipu,
Terpesona oleh hadirMu,
Hingga senjaku bermakna baru.

Ketidaktahuan tentang waktu kedatangan Tuhan bukan alasan untuk takut, melainkan alasan untuk selalu siap. Kita tidak boleh menunda pertobatan atau hidup baik dengan berpikir ia masih punya banyak waktu. Berjaga jaga sama artinya dengan hidup dalam kebajikan, melaksanakan kewajiban dan tetap setia pada kehendak Allah. Serta tidak membiarkan ketidakpastian waktu menjadi alasan untuk menunda pertobatan dan kebajikan. Berjaga juga membawa kita pada doa. Doa tercermin dalam kerja dan kerja menjadi wujud kualitas doa. Hal itu senada dengan kutipan Sabda Tuhan hari ini :

“Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya, ketika tuannya itu datang”.

Tugas yg dimaksud bukan soal kewajiban hidup saja, tetapi soal kesadaran bahwa tiap saat adalah saat yg baik untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Hal ini tidak mudah karena selama proses itu, berarti kita harus sanggup melawan ego kita sendiri dan berpihak demi egonya Tuhan. Contoh bekerja keras dengan tekun itu mengalahkan ego untuk santai dan malas-malasan atau kebiasaan menunda. Hal ini menjadi sebuah mati raga yg baik atau sebuah keutamaan.Dilakukan sampai tuannya datang, makna dari kesetiaan, karena kapan tuannya datang tidak berbatas waktu. Yang berarti terus-menerus. Jika tidak berubah oleh jaman, stereotipe orang katolik adalah:Orang yg jujur, tekun, bertanggung jawab dan setia. Hal itu terbentuk dari Sabda yg dipuji bahagia adalah bukan karena orang itu sukses, kaya, dan hebat, tetapi justru dibina dari makna hidup yg lebih dalam yakni penderitaan, kesetiaan, pengorbanan, ketekunan dan kerja keras. 100 % katolik, 100% apostolik yakni hidup dengan memberikan kesaksian yang baik sebagaimana kehidupan para rasul yang setia mengikuti dan belajar dari guru sejati ulung yaitu Yesus sendiri yang tekun, bekerja keras tanggung jawab, setia dan total pada kehendak Bapa. Di sinilah letak kualitas hidupNya.
Semoga Injil hari ini makin meneguhkan kita untuk rela mengalahkan ego dengan hidup makin tekun dalam aneka kebaikan, bekerja keras dan setia dalam segala keutamaan hingga kita menjadi orang bahagia karena melaksanakan kehendak Tuhan. Semoga hidup kita tidak terlambat mencintai Tuhan melalui hidup harian kita yang sederhana.

Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat mengalam keindahan kasih Tuhan.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih keutamaan melalui kerja keras,tekun dan setia.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup secara berkualitas seperti Yesus.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu membina diri secara berkualitas melalui aneka keutamaan yg mengarahkan kami pada kebahagiaan sejati.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *