Secercah Hening : Ekspektasi

SECERCAH HENING
Jumat, 25 Juli 2025

Mat 20: 20-28

“Ekspektasi”

Bergelayut menggapai mimpi,
Masa depan terus di cari,
Ekspektasi bukan ilusi,
Gapai cita berpeluk cawan suci.

Kerja keras kadang diuji,
Setia melampaui ekspektasi diri,
Kegagalan mengintai di ujung hari.
Hati yang percaya selalui melampaui.

Hari ini Pesta St. Yakobus. Martir pertama dari para rasul. Mati dipenggal oleh Herodes Agripa I sekitar 43/44 Masehi. Kita bisa belajar banyak dari kisah hidupnya. Setidaknya kita belajar tetang kebahagiaan sejati sesungguhnya lahir dari kelembutan hati untuk menerima setiap realitas dengan sikap syukur. Namun tidak semua orang mampu memahami jalan kebahagiaannya secara pasti dengan penuh syukur. Maka setiap orang kemudian meraba-raba kebahagiaan masa depannya dengan menetapkan cita-cita atau ekspektasi terhadap sesuatu dari yang diperjuangkan dan ditetapkan sesuai dengan peluang, kesempatan, kondisi, keuangan, latar belakang pendidikan, koneksi dan mimpi. Ekspektasi ada yang sangat realistis namun ada yang hanya mimpi. Dan sebuah gaya hidup tertentu sering membius banyak orang untuk membelokkan visi hidupnya. Rupanya cita-cita untuk menjadi bahagia itu jugalah yang mendorong ibu anak – anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepadaNya:

” Berilah perintah supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak dalam kerajaanMu, yang seorang sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu “. Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum.. “.

Yakobus dan Yohanes rupanya menggunakan peluang dan kesempatan yang ada setelah tahu gaya hidup Yesus yang sangat menjanjikan di masa depan. Dan ketika Yesus menyiapkan akan resiko kematianNya, cepat cepat 2 murid ini memesan posisi di kemudian hari agar cita citanya tercapai ikut berkuasa dan mulia bersama Yesus sebagai kelompok Ring I. Namun jawaban Yesus talak bagi mereka, karena mereka justru dinilai Yesus sebagai orang yang tidak tahu apa yang diminta. Sampai akhirnya gambaran cawan yang harus diminum pun tidak dimengerti oleh mereka. Pola pendidikan di Sekolah atau Universitas kehidupan Yesus adalah hidup untuk melayani namun tidak ditangkap oleh para murid, karena disilaukan oleh obsesi atau nafsu kekuasaan dan posisi.

Apakah cita cita hidup kita juga masih terobsesi oleh kebutuhan sesaat kita. Ataukah kita sudah mampu menangkap cawan kehidupan bersama Yesus dengan meletakkan cita-cita masa depan kita seiring dengan kehendak dan Jalan Tuhan. Berjuang mengenali setiap cawan yang harus kita lewati dalam kebersamaan dengan perjuangan Yesus untuk hidup kita. Masa depan yang baik kadangkala di titipkan Yesus sebagai anugerah lewat ketekunan, kegigihan, kerjakeras dan semangat yang berkobar untuk kebaikan. Dan kadang kala harus gagal meski sudah berjuang. Namun bagi orang yang terus setia untuk bertekun dan bekerja keras, Allah pasti akan menambahkan berkatnya di setiap ujung perjuangan.

Mari kita terus berjuang untuk memenuhi harapan dengan bekerja keras dengan tekun, gembira dan penuh iman. Niscaya Rahmat Allah akan melengkapi harapan dan cita-cita kita. Cawan yang harus kita minum adalah sebuah perjuangan yang panjang, namun dengan kekuatan doa dan bertekun dalam kerja, maka cawan itu akan berbuah menjadi berkat.

Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cawan Tuhan untuk kita.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan masa depan dalam rencana Tuhan.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin menyelaraskan cita cita kita dengan rencana dan kehendak Tuhan.

Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar akan kasih dan semangatMu menyiapkan jalan keselamatan bagi kami. Mampukan kami menata masa depan kami dalam rencana dan kehendakMu. Dalam Kristus Tuhan kami Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *