Mat 18: 1-5.10.12-14
“Humilitas”
Terlahir untuk suci,
Hati kian tulus & murni,
Melayani tiada henti,
Mengabdi untuk surgawi,
Humilitas adalah kerendahan hati sebagai kebajikan yang menundukkan keinginab manusia untuk mengunggulkan dirinya secara tidak teratur. Semantara kerendahan hati menempat segala segala sesuatu yang baik dalam dirinya berasal dari Allah. Kebesaran di hadapan Allah bukanlah seberapa tinggi kita menempatkan dirinya, tetapi seberapa tulus ia merendahkan diri di hadapan Allah dan mengasihi sesama. Seperti dalam injil hari ini:
“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.
Ketika bicara anak kecil Yesus mengingat bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yang terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat? Tentu yang dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup kita juga sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu, kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yang tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang keras. Namun apakah kita berani terbuka seperti yg dikisahkan dalam Injil? Terbuka pada kemahakuasaan Allah yg sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga? Semoga dengan makin percaya pada Yesus melalui sabda-Nya hari ini, kitapun makin diperteguh untuk percaya akan pendampingan malaikat dari surga untuk kita. Dan lebih dari itu kitapun juga diharapkan menjadi malaikat yang lain bagi siapapun yang lemah seperti anak kecil seperti teladan St. Clara dari Asisi seperti yg kita peringati hari ini.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
