Secercah Hening : Menuju Integritas

SECERCAH HENING
Senin, 25 Agustus 2025

Mat 23 : 13-22

“Menuju Integritas”

Memeluk rapuh tuk gapai kekuatan
Air mata jadi saksi pertumbuhan,
Matangkan diri di tiap perkataan,
Gapai hidup di rumah kesadaran.

Hari ini Gereja memperingati secara fakultatif dua Santo pembela iman. Yakni St. Yosef dari Calazant, Spanyol 1557 yang memiliki semboyan hidup ” Fide et Labore” Iman dan kerja keras. Ia gigih dalam karyanya pada bidang pendidikan bagi anak anak miskin di Eropa. Dan kedua St. Ludovikus lahir di Polssy dekat Paris 1215 sebagai Raja Perancis Ludovikus IX Semboyan hidupnya “Lebih baik mati dari pada berbuat dosa besar. Ia memimpin ekspedisi perang salib untuk merebut tempat-tempat suci dari tangan orang-orang tak beriman. Ia sebagai pemimpin yang saleh. Dan bergabung sebagai anggota ordo ketiga St. Fransiskus.

Kedua Santo ini menjadi teladan iman kita, yang mempersembahkan hidupnya untuk memberi jalan yang lebar bagi sesama mengalami kasih dan kemurahan hati Allah dan memperoleh keselamatan di dalam iman akan Yesus. Berbeda dengan para ahli Taurat dan orang Farisi yang dikecam Yesus dalam Sabda hari ini:
Yesus kepada orang banyak dan kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi:

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang, sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk”.

Sabda ini sekilas keras untuk kita dengar, namun jika kita pahami dalam konteks jaman dan hidup Yesus, sabda ini pas untuk membawa kehidupan yang sejati. Sabda ini adalah seruan profetis atau suara kenabian yang hendak mengusik gaya hidup yang munafik dan tidak berintegritas.
Sebab jika kita maknai lebih dalam, menghayati dan mengikuti ajaran iman akan Kristus adalah dipanggil untuk hidup secara utuh. Keutuhan hidup terletak pada kesesuaian antara perkataan, tindakan dan perbuatan. Dan kesesuaian itu bukan karena didorong oleh kewajiban tetapi mengalir dari dorongan ikatan kasih dengan Allah. Energi yang mengalir karena mengasihi akan sangat berbeda maknanya, dibanding karena kewajiban.

Orang Farisi hidup, perkataan dan perbuatannya lebih didorong oleh status dan kewajiban. Sedangkan Yesus dan para Santo yang kita peringati hari ini, hidup dan perbuatannya mengalir karena energi kasih dari dalam (inner life) hingga menghasilkan kebebasan batin, jika dilakukan makin membentuk integritasnya. Sedangkan orang Farisi melakukan tindakan karena formalitas saja, buahnya lebih hanya menjadi sebuah tuntutan-tuntutan yang berat dan kering tanpa makna, karena apapun yang dikatakan tidak berbuah dalam hidup dan tindakannya. Melalui sabda Yesus hari ini kita diajak untuk membangun hidup dalam semangat kasih. Hingga semua tindakan yang dilakuan adalah buah dari perbendaharaan relasi kasih dengan Allah.

“saya adalah murid pertama dari setiap kata yg saya ucapkan”
adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan hidup yang terus memformat diri menuju integritas. Inilah semangat Yesus yang diminta dari kita agar meneladan integritas-Nya. Sebelum mengharapkan orang lain berbuat, saya sendiri telah melakukannya sebagai gaya hidup yang mengalir dari batin yang mengasihi Allah. Semoga Sabda hari ini memanggil batin kita untuk rela diformat lagi agar makin selaras antara perkataan dan perbuatan kita. Relakan lelahmu, untuk memeluk setiap perkataan menjadi nyata dalam sikap dan tindakan kasih yang mematangkanmu setiap waktu.

Contemplating
Marilah kita selami keheningan lebih dalam agar sanggup merasakan Tuhan yang memenuhi batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yang ditimba dari Allah untuk menyamakan kata dan tindakan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin berintegritas utuh.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang peka, dan menjalani hidup dengan kekuatan rahmat yang bersumber dari pada-Mu. Hingga hidupku makin utuh dan matang dalam mengikuti jalan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *