SECERCAH HENING
Sabtu, 23 Agustus 2025
“Mindfulness”
Mat 23: 1-12
Menghirup nafas kesadaran,
Saat mundur dan melambat,
Heningkan diri dalam titian jalan.
Menetap lekat sebagai pemberian.
Buka mata tuk liat keajaiban,
Melumat bibir ciptakan penghiburan,
Dengar tiap sisi dlm keterbukaan,
Gapai hidup di rumah kerahiman.
Kadangkala kehidupan ini hanya butuh mata untuk melihat kebaikan di tengah kelamnya suasana. Bibir yang senantiasa mengucap kata syukur, penghiburan di tengah suasana kegalauan. Hati yang hening di tengah hiruk pikuk desingan kemajuan. Hati yang lembut untuk memeluk aneka kerasnya kehidupan. Pundak yang kekar untuk tempat bersandar di arus pengampunan di antara kebencian. Hingga kata-kata Yesus dalam Injil hari ini memberi makna baru untuk kehidupan :
“ Barang siapa ingin menjadi yang terbesar hendaklah ia menjadi pelayanmu dan siapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan siapa saja yg merendahkan ia akan ditinggikan”.
Sabda ini memberi siluet di tengah arus media yang kadang keras. Saatnya kita harus membangun hidup hidup dengan kesadaran penuh (mindfulness) perlu sejenak mundur dan melambat mengambil saat jeda untuk bisa memaknai kehidupan ini. Apa yang seharusnya di kejar justru pada titik tertentu harus kita hindari manakala kita ingin menemukan makna yang lebih dalam. Jalan kekudusan yang ditunjukkan oleh Yesus adalah jalan perendahan yang berlawanan dengan jalan orang Farisi. Gaya kehidupan yang diharapkan Yesus bagi kita adalah gaya atau potret kehidupan yang mengutamakan kesejatian mengelola hidup dari kedalaman dan kesadaran.
Dimana memberi kesaksian hidup tidak hanya melalui kata-kata saja tetapi, dari jati diri dan gaya hidup melalui pemahaman iman yang benar, diwujudkan dalam tindakan nyata, dibiasakan terus menerus secara konsisten, selanjutnya menjadi well being atau menjadi jati diri. Saatnya mengubah perilaku kita sendiri ke arah pembiasaan hidup yang selaras dengan kehendak Tuhan. Selarasnya kata dan tindakan yang baik. Saatnya membuat perubahan perilaku yang positif. Sehingga jika umur makin tambah, tahun pertobatan juga makin tambah, maka item perubahan dalam hidup juga makin bertambah. Jika demikian maka jalan kekudusan kita makin tambah usia akan makin jelas. Dan semoga hari inipun akan terjadi satu perubahan kecil mulai kita lakukan dengan sukacita dalam hidup kita.
Biarkan Tuhan turut menenun langkah-langkah kecilmu untuk berubah menjadi baik lewat kata dan sikapmu.
Contemplating
Mari kita memandang secara utuh hati, budi, jiwa raga dan seluruh diri kita apakah kata dan tindakan kita telah sesuai dengan keyakinan dan cara pandang Allah…
Actuating
Habitual apa yang perlu kita biasakan dan ubah agar kata-kata kita sesuai dengan tindakan dan gaya hidup kita?
Reflecting
Apakah kebiasaanku tiap hari telah menunjukkan perubahan dari buah pertobatanku?
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami iman yang kuat, harapan yang teguh, cinta yang berkobar agar hidup kami dapat memberi kesaksian yang nyata tentang besarnya kasihMu kepada kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine, OP

