SECERCAH HENING “New Wine”

Luk 5: 33-39

“New wine”

Merobek hati yg menganga,
Mendamba sembuh luka,
Jadi baru dari riasan duka,
Jadi pribadi yg bersahaja.

Perumpamaan tentang kain baru pada baju lama dan anggur baru dalam kantong kulit tua menunjukkan adanya kebaharuan yang dibawa Kristus. Hukum lama mencapai kepenuhannya di dalam Kristus.Namun seseorang tidak dapat menerima hidup baru Kristus jika tetap mempertahankan pola pikir lama yang tertutup terhadap rahmat dan pembaharuan. Anggur baru dapat dipahami sebagai : Rahmat Roh Kudus, sukacita,kehidupan baru dalam Kerajaan Allah. Sedangkan kantong kulit yang baru menunjuk kepada manusia yang hatinya diperbaharui, siap memerima rahmat dan rela diubah oleh Allah. Kristus tidak sekwdar menambal kehidupan lama kita, tetaou memperbaharui kita dari dalam.
Hal ini senada dengan sabda hari ini:

“Tak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun akan hancur”.

Pada jaman Yesus, kantong anggur tua terbuat dari kulit kambing atau domba jika anggur disimpan cukup lama akan menghasilkan anggur yang enak sekaligus mengerak di dinding kantong sebagai hasil fermentasi. Namun jika kantong ya g tua itu dimasuki anggur baru, maka kantong yang sudah usang dan mengerak itu, akan robek karena tekanan fermentasi yang dimulai lagi dari awal. Perumpamaan itu jelas mau menegaskan bahwa anggur baru artinya berkat, karunia baru, hidup baru, kebiasaan baru, atau anugerah illahi yang diberikan kepada
kita dari Tuhan. Anugerah anggur baru itu butuh kantong iman, keterbukaan kasih, kebiasaan kudus, pola hidup yang dipimpin Roh, supaya anggur itu berguna dan tidak mengoyakkan wadah yaitu tubuh atau diri kita. Anggur baru yang merupakan sesuatu yang ilahi yang dianugerahkan kepada kita menjadi sia- sia dan merobek kehidupan, manakala tidak menyiapkan diri atau wadah yang sanggup menerima anugerah dengan hidup yang layak dihadapan Tuhan. Marilah kita sambut anggur baru Allah dengan wadah yang bersih dari dosa dan kuat dalam perbuatan kasih, serta keterbukaan hati menerima dan bekerjasama dengan keberadaan anggur yang baru lewat kebiasaan atau pola hidup yang terus diperbaharui. Marilah kita jadikan tubuh, jiwa dan hati kita menjadi kantong yang siap diperbaharui lewat anggur baru Allah. Hingga hidup kita layak terus menerus berfermentasi menjadi anggur yang memberi rasa enak bagi kehidupan ini, sekaligus siap menjadi kantong yang tidak mudah robek karena dikuatkan oleh tenunan kasih dan hubungan yang kuat dengan tali hati bersama Allah. Mari kita siap menerima setiap anugerah Allah yang kadang tidak mudah kita kenali sebagai anggur baru, meski untuk itu kita harus merangkul aneka duka, kesedihan, penderitaan namun dengan sikap batin yg terbuka pada Allah. Kita akan mudah dituntun menjadi pribadi yang up date terhadap rahmat dengan melakukan kebaikan untuk sesama.

Contemplating
Mari kita heningkan diri. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup sebagai anggur baru yang memberi rasa enak bagi kehidupan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati memandang realitas secara baru.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang mencintai, agar hidup kami semakin berkenan di hatimu dan layak mebjadi kantong yg kuat dan lembut bagi matangnya anggur baru Allah. Hingga hidup kami makin matang yg layak memberi rasa yg menyegarkan bagi kehidupan ini.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *